JAKARTA, Tandaglobal.news — Indonesia dan Jerman menjajaki penguatan kerja sama pendidikan tinggi dan penelitian melalui pendanaan riset bersama, pertukaran akademisi, serta peningkatan kapasitas perguruan tinggi.

Mengutip ANTARA News, Kamis (22/10/2026), pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste dan Presiden German Academic Exchange Service (DAAD) Joybrato Mukherjee di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Brian menyampaikan bahwa kolaborasi kedua negara berpotensi memperluas kesempatan mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk mendapatkan pengalaman akademik internasional. Kerja sama ini juga diharapkan mendorong pengembangan penelitian yang bermanfaat bagi kedua negara.

Salah satu agenda yang dibahas adalah pendanaan penelitian bersama. Melalui skema tersebut, Indonesia dan Jerman berpeluang menyediakan dukungan pendanaan dari masing-masing negara untuk melaksanakan riset kolaboratif.

Kerja sama juga diarahkan pada perluasan mobilitas mahasiswa dan profesor. Pertukaran akademik diharapkan memperkaya pengetahuan, memperluas pengalaman lintas budaya, serta mempererat hubungan antarperguruan tinggi di Indonesia dan Jerman.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, turut menyoroti biaya pendidikan di Jerman yang dapat menjadi pertimbangan bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.

Sementara itu, Presiden DAAD Joybrato Mukherjee menekankan pentingnya kemitraan yang memberikan manfaat bagi kedua negara. Ia mencontohkan penelitian keanekaragaman hayati dan pengembangan kawasan perkotaan sebagai bidang yang membutuhkan perpaduan pengetahuan serta keahlian Indonesia dan Jerman.

Kedua pihak juga membahas kemungkinan pembentukan Joint Working Group atau kelompok kerja bersama. Kelompok ini dapat membantu menentukan prioritas kolaborasi, memetakan perguruan tinggi mitra, serta mengidentifikasi skema kerja sama yang dapat dilaksanakan.

Penguatan kemitraan Indonesia–Jerman diharapkan menjadi langkah awal bagi kolaborasi pendidikan tinggi dan penelitian yang lebih erat serta berkelanjutan. Kerja sama tersebut juga berpotensi mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pembangunan nasional.