JAKARTA, Tandaglobal.news Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai kembali menjadi sorotan setelah merespons foto yang beredar di media sosial. Dalam unggahannya pada Sabtu (19/9/2026), Pigai membantah foto tersebut dan menyebutnya sebagai hasil buatan buzzer yang disebutnya kerap menyerang dirinya.

Pigai secara khusus menanggapi akun @asyifashera yang sebelumnya mengunggah konten terkait dirinya.

Ia menyebut akun tersebut sebagai “buzzer dan hatter” serta menuding akun itu membuat foto yang disebutnya palsu.

“@asyifashera buzzer dan hatter (penghina dan pembenci) yang selalu serang bahkan rasis ke saya.”

Pigai kemudian membandingkan jumlah tayangan ketika akun tersebut disebut menyerangnya dengan ketika memberikan respons yang bernada positif terhadap dirinya.

“Ketika dia hina saya viewsnya cuma ratusan ribu. Tetapi dia berubah menjadi cinta ke saya viewsnya langsung 6,5 juta orang hanya 2 hari.”

Dari angka tersebut, Pigai menyimpulkan bahwa dirinya memiliki banyak pendukung di Indonesia.

“ARTINYA? Pendukung dan Pencinta Natalius Pigai di Indonesia itu berjuta2 orang. Buzer dan komentar negatif hanya ratusan orang2 tidak berguna.”

Pigai juga menutup unggahannya dengan kalimat, “Buser adalah lovers yang tertunda”, sebelum kembali menegaskan bahwa foto yang beredar menurutnya bukan foto asli.

“NB Photo ini palsu dibuat oleh buzer assyfa sendiri. Saya juga tdk kenal.”

Respons tersebut kemudian memancing reaksi sejumlah warganet.

Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan perhatian Pigai terhadap persoalan tersebut, mengingat posisinya sebagai Menteri HAM.

Salah satu komentar yang muncul menyebut, “Sekelas Bapak Menteri merespon hal begini…ada banyak hal yg lebih urgent utk dikerjakan.”

Komentar lain meminta Pigai lebih cepat merespons persoalan HAM yang dianggap lebih mendesak.

“Dear bapak menteri yang terhormat,ini bukan rasis dan smua juga tahu itu hasil AI.. lebih baik bapak fast respon soal beberapa mslh HAM jgn kayak gini,bapak di gaji rakyat buat urusin ham bukan hal gini.”

Ada pula warganet yang membawa persoalan Papua ke dalam perdebatan tersebut.

Ia meminta Pigai menindaklanjuti persoalan warga yang menjadi korban kekerasan dalam konflik di Papua.

“Saya ingin laporan terkait yg sudah memakan korban di Papua sana oleh PAPUA MERDEKA, gimana tindak lanjut bapak sebagai Mentri HAM.”