Sorotan terhadap respons Pigai ini muncul ketika persoalan keamanan dan perlindungan warga sipil di Papua juga menjadi perhatian.

Dua hari sebelum unggahan tersebut, pada 17 September 2026, Pigai telah menyampaikan sikapnya mengenai perlindungan warga sipil dalam konflik Papua.

Pigai mengingatkan aparat keamanan maupun kelompok bersenjata agar tidak melibatkan atau menjadikan masyarakat sipil sebagai sasaran.

Ia juga meminta kelompok TPN-OPM tidak membunuh ataupun menyandera warga sipil.

“TPN-OPM pun tidak boleh membunuh warga sipil. Tidak boleh.”

Dengan demikian, kritik warganet terhadap unggahan Pigai di media sosial tidak serta-merta menunjukkan bahwa Menteri HAM tersebut tidak menangani persoalan Papua.

Pernyataan mengenai perlindungan warga sipil di wilayah konflik tercatat disampaikan Pigai sebelum polemik foto tersebut mencuat.

Polemik kali ini lebih berpusat pada pilihan Pigai untuk memberikan respons terhadap foto yang ia sebut palsu, sekaligus membahas jumlah tayangan dan dukungan terhadap dirinya.

Di sisi lain, sebagian warganet menggunakan momentum tersebut untuk kembali menagih perhatian terhadap berbagai persoalan HAM yang lebih luas.