Kediri, TandaGlobalNews –Menikmati makanan dan minuman dengan suasana tempo dulu menjadi pengalaman yang ditawarkan Kedai Baru Lama di Jalan Mauni Nomor 157, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Selain menghadirkan berbagai koleksi benda antik, kedai tersebut menyediakan kuliner dengan harga mulai Rp5 ribu hingga Rp15 ribu.

Salah satu menu yang tersedia adalah tahu lontong. Menu sederhana tersebut menjadi pilihan pengunjung yang ingin menikmati makanan sambil bersantai dalam suasana kedai yang berbeda dari tempat kuliner pada umumnya.

Beragam minuman juga tersedia untuk menemani pengunjung. Kopi menjadi salah satu pilihan yang dapat dinikmati sambil berbincang atau melihat berbagai koleksi barang lawas yang menghiasi ruangan.

Harga makanan dan minuman yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Pengunjung dapat menikmati berbagai sajian dengan kisaran harga Rp5 ribu hingga Rp15 ribu.

Keunikan Kedai Baru Lama tidak hanya terletak pada menu yang disajikan. Di berbagai sudut kedai, pengunjung dapat menemukan radio, televisi, kaset musik, foto lama, serta beragam buku berbahasa Belanda dan Jawa.

Koleksi tersebut memberikan nuansa klasik yang kuat. Pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman sekaligus melihat benda-benda yang telah berusia puluhan tahun, bahkan sebagian koleksi diperkirakan berasal dari sekitar tahun 1900-an.

Pemilik Kedai Baru Lama, Yanuar Riyadi, mengatakan konsep tersebut berawal dari hobinya mengoleksi barang antik. Hobi tersebut kemudian berkembang hingga mendorongnya mendirikan kedai pada 2017.

“Awalnya saya memang suka mengoleksi barang-barang antik. Dari situ muncul keinginan membuat tempat yang bisa digunakan untuk makan, nongkrong, sekaligus melihat dan mengenal barang-barang lama,” ujar Yanuar.

Menurut Yanuar, keberadaan koleksi antik menjadi bagian dari pengalaman yang ingin diberikan kepada pengunjung. Ia ingin masyarakat dapat menikmati kuliner sederhana tanpa kehilangan kesempatan untuk mengenal berbagai benda dan cerita dari masa lalu.

“Harapannya, pengunjung bisa merasa nyaman di sini. Sambil makan atau minum, mereka juga bisa membaca buku kuno, melihat koleksi, dan mengenal sedikit tentang sejarah. Jadi tempat ini bukan hanya untuk kuliner,” jelasnya.

Konsep tersebut membuat pengunjung memiliki pilihan aktivitas selama berada di kedai. Mereka dapat menikmati makanan dan minuman, berbincang bersama teman, membaca buku, maupun melihat koleksi benda antik yang tersedia.

Reporter: Roni Ardiansyah
Editor: Rizky Rusdiyanto