Kediri, TandaGlobalNews – Suasana tempo dulu masih terasa kuat di Kedai Baru Lama yang berada di Jalan Mauni Nomor 157, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Tempat tersebut memadukan aktivitas kuliner dengan berbagai koleksi benda antik yang telah berusia puluhan tahun, Minggu (20/9/2026).

Saat memasuki area kedai, pengunjung dapat melihat berbagai benda lawas yang tertata di sejumlah sudut ruangan. Koleksi tersebut antara lain radio, televisi, kaset musik, foto-foto lama, serta beragam buku berbahasa Belanda dan Jawa.

Sejumlah koleksi bahkan diperkirakan berasal dari sekitar tahun 1900-an. Keberadaan benda-benda tersebut membuat suasana Kedai Baru Lama terasa berbeda dibandingkan tempat makan pada umumnya.

Selain menikmati makanan dan minuman, pengunjung dapat membaca buku-buku kuno yang tersedia di dalam kedai. Kondisi tersebut membuat Kedai Baru Lama tidak hanya menjadi tempat kuliner, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk mengenal berbagai benda dan cerita dari masa lalu.

Pemilik Kedai Baru Lama, Yanuar Riyadi, mengatakan kedai tersebut berdiri pada 2017. Ia mendirikannya berawal dari kegemarannya mengoleksi berbagai barang antik yang kemudian berkembang menjadi sebuah tempat berkumpul.

“Awalnya dari hobi mengoleksi barang-barang antik. Kemudian saya ingin menyediakan tempat yang tidak hanya untuk makan dan nongkrong, tetapi juga bisa menjadi tempat belajar, mengenal sejarah, dan bersilaturahmi,” katanya.

Koleksi benda antik di Kedai Baru Lama terus bertambah seiring waktu. Berbagai barang tersebut menjadi bagian dari konsep kedai dan sengaja ditampilkan agar pengunjung dapat melihat secara langsung benda-benda yang pernah digunakan pada masa lalu.

Suasana klasik yang dihadirkan juga menjadi daya tarik bagi pengunjung. Mereka dapat menikmati kuliner sambil melihat koleksi barang antik atau membaca buku-buku lama yang tersedia di tempat tersebut.

Menurut Yanuar, pengunjung yang datang memiliki latar belakang usia yang beragam. Tidak hanya orang yang pernah mengalami masa penggunaan barang-barang tersebut, generasi muda juga dapat menikmati suasana sekaligus mengenal benda-benda yang mungkin sudah jarang ditemui saat ini.

“Harapannya, tempat ini bisa terus menjadi ruang untuk berkumpul dan belajar. Anak-anak muda juga bisa mengenal sejarah melalui benda-benda lama yang ada di sini, sehingga koleksi ini tidak hanya menjadi pajangan,” jelasnya.

Kedai Baru Lama juga menyediakan berbagai menu kuliner sederhana untuk pengunjung. Salah satunya tahu lontong, sedangkan pilihan minuman tersedia dengan harga yang tetap terjangkau, sehingga pengunjung dapat menikmati kuliner sambil menikmati suasana tempo dulu.

Dengan perpaduan kuliner dan koleksi benda antik, Kedai Baru Lama menawarkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung. Tempat tersebut menjadi ruang yang mempertemukan aktivitas bersantai dengan kesempatan untuk mengenal kembali berbagai benda dan suasana kehidupan masa lalu.

Reporter: Roni Ardiansyah
Editor: Rizky Rusdiyanto