SURABAYA, Tandaglobal.news Dua kakak beradik, KBA (7) dan KU (5), meninggal dunia setelah kamar yang mereka tempati terbakar di kawasan Simomulyo, Surabaya, Minggu (13/9/2026) sore. Saat kejadian, kedua orang tua korban diketahui sedang tidak berada di dalam rumah.

Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini mengatakan, kedua korban berada di satu kamar dan berdasarkan informasi awal sedang tidur ketika kebakaran terjadi.

“Di satu kamar itu aja. Korban dua anak, infonya sedang tidur saat kejadian. Orang tuanya ada di lokasi habis itu, mungkin dikabari tetangganya,” ujar Laksita.

Kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Warga yang mengetahui kejadian lebih dulu memberikan pertolongan dan berhasil memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.

Petugas DPKP Surabaya tiba di lokasi sekitar pukul 15.44 WIB.

Setelah api padam, petugas melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.

Dari pemeriksaan awal, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik pada exhaust fan atau kipas angin yang berada di kamar korban.

Api kemudian merembet dan menyambar kasur.

“Lalu apinya merembet menyambar kasur. Karena kasur yang terbakar, makanya menimbulkan asap yang sangat banyak dan pekat,” jelas Laksita.

Kondisi tersebut diduga membuat kamar dipenuhi asap pekat dalam waktu singkat.

Kedua anak yang berada di dalam kamar kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Meski dugaan awal mengarah pada gangguan kelistrikan, penyebab kebakaran tetap perlu menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Informasi mengenai detail proses evakuasi dan kondisi korban juga masih terbatas pada keterangan awal petugas.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan risiko kebakaran di ruang tertutup, terutama ketika material seperti kasur ikut terbakar dan menghasilkan asap dalam jumlah besar.