KEDIRI, Tandaglobal.news Beragam bahan alami dari lingkungan sekitar dimanfaatkan peserta Festival Ecoprint HIMPAUDI Kecamatan Plosoklaten untuk menghasilkan motif pada tas serut. Kegiatan tersebut mempertemukan ibu dan anak dalam aktivitas kreatif melalui teknik pounding, sekaligus mengenalkan pemanfaatan tanaman di sekitar menjadi karya, Senin (31/8/2026).

Salah satu peserta, Jayanti (29), wali murid dari PAUD Al Ilmu, Mipitan, Desa Ploso Lor, mengikuti kegiatan tersebut bersama anaknya yang berusia enam tahun.

Keduanya menggunakan daun jarak serta daun dan bunga kenikir untuk menghasilkan motif pada tas serut.

Jayanti membawa sendiri perlengkapan yang dibutuhkan, seperti tas serut, palu kayu, dan alas.

Sebelum mengikuti kegiatan, ia juga melihat tutorial ecoprint melalui YouTube karena kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya.

“Ini baru pertama kali mencoba. Sebelumnya hanya melihat tutorial di YouTube. Jadi kalau hasilnya belum memuaskan, maklum karena masih belajar,” ujar Jayanti.

Dalam prosesnya, peserta menata daun dan bunga di atas tas serut.

Bahan tersebut kemudian dipukul menggunakan palu kayu agar pigmen alami dari tanaman berpindah ke permukaan kain. Teknik pounding memang dilakukan dengan cara memukul bahan tanaman di atas kain sehingga menghasilkan motif dan warna alami.

Setiap peserta membawa bahan dari rumah sehingga motif yang dihasilkan beragam.

Selain daun jarak, peserta juga dapat memanfaatkan berbagai jenis daun dan bunga yang tersedia di lingkungan sekitar.

Mariana Sidomulyo turut mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta sekaligus wali murid.

Ia mengikuti kegiatan bersama anak dan mencoba membuat motif ecoprint secara langsung.

“Senang bisa ikut kegiatan ini bersama anak. Selain membuat karya, kami juga bisa belajar dan mencoba sesuatu yang baru bersama,” ujar Mariana.