Ketua HIMPAUDI Kecamatan Plosoklaten, Muassisa Tullut Fiyah, S.Pd., mengatakan peserta membawa sendiri bahan alami dari lingkungan sekitar sehingga setiap karya memiliki motif yang berbeda.
“Bahan yang digunakan berasal dari alam dan dibawa sendiri dari rumah,” kata Muassisa.
Festival tersebut diikuti 283 pasangan ibu dan anak dari berbagai wilayah di Kecamatan Plosoklaten.
Peserta berasal dari sejumlah desa, di antaranya Sepawon, Kalasan, dan Sumberagung. Jika ditambah guru dan pihak pendamping, jumlah orang yang hadir mencapai sekitar 600 orang.
Kegiatan ecoprint dengan teknik pounding tersebut menjadi agenda baru HIMPAUDI Kecamatan Plosoklaten.
Pada tahun sebelumnya, HIMPAUDI menggelar kegiatan kreatif menggunakan media clay yang melibatkan anak dan orang tua.
Festival tersebut juga menjadi bagian dari peringatan hari ulang tahun HIMPAUDI ke-21.
Dalam pelaksanaannya, HIMPAUDI bekerja sama dengan IGTK, Bunda PAUD desa, Bunda PAUD Kecamatan Plosoklaten, dan PKG.
Selain melatih kreativitas, kegiatan tersebut mengenalkan kepada anak bahwa bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan menjadi karya.
Daun dan bunga dapat digunakan untuk menghasilkan motif alami pada kain atau tas.
Panitia menilai hasil karya berdasarkan kreativitas, kekompakan ibu dan anak, serta variasi motif yang dihasilkan.
Panitia juga menyiapkan trofi dan piagam bagi peserta yang meraih penghargaan.
Jayanti berharap kegiatan tersebut dapat menambah kreativitas dirinya dan anak.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan aktivitas yang berbeda agar anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar dan berkarya bersama orang tua.




















Tinggalkan Balasan