




LOMBOK, Tandaglobal.news — Kebakaran besar melanda kawasan Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8/2026) malam. Api membakar kawasan permukiman tradisional yang menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan dan pariwisata masyarakat Sasak.
Berdasarkan pembaruan data BPBD Provinsi NTB, sebanyak 89 rumah mengalami kerusakan berat akibat kebakaran tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, menyampaikan bahwa jumlah kerugian masih dalam proses pendataan dan perhitungan.
“Dampak sementara, sebanyak 89 rumah mengalami rusak berat dan kerugian masih dalam proses perhitungan,” ujar Sadimin.
Api dilaporkan berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WITA. Penanganan melibatkan petugas pemadam kebakaran dari sejumlah wilayah, BPBD, TNI-Polri, aparat desa, serta masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga telah memasang tenda pengungsian bagi warga terdampak. Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal turun langsung ke lokasi setelah tiba dari Nusa Tenggara Timur.
Ia menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas dalam penanganan bencana tersebut.
*“Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan,” *kata Iqbal.
Dampak kebakaran tidak hanya menyangkut kehilangan tempat tinggal. Dalam unggahan akun Threads @lombok.laluhabibi, disebutkan sebagian warga menggantungkan penghasilan dari aktivitas di Kampung Adat Sade, seperti menjadi pemandu wisata lokal, penenun kain, hingga pemusik tradisional.
Kebakaran karena itu berpotensi memengaruhi mata pencaharian warga yang selama ini bergantung pada aktivitas wisata dan budaya di kawasan tersebut.
Pemerintah juga memberi perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak warga terdampak.
“Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu,” tegas Iqbal.
Terkait penyebab kebakaran, hingga kini belum ada kepastian resmi. BPBD NTB menyatakan penyebab masih belum diketahui secara pasti, sementara pihak pemadam meminta penyebab kejadian diserahkan kepada kepolisian untuk penyelidikan.
Sejumlah laporan awal memang menyebut dugaan korsleting listrik, tetapi hal tersebut belum dapat dijadikan sebagai penyebab resmi.




















Tinggalkan Balasan