Kediri,Tandaglobal.news-Persiapan pameran sejarah lokal yang digelar dalam rangka mengenalkan kembali jejak sejarah kawasan se-Kawedanan Pare dilakukan secara matang. Komunitas Pare Heritage bersama pihak terkait membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan untuk mempersiapkan konsep hingga materi yang akan ditampilkan.

Anggota Komunitas Pare Heritage, Yazid Bustomi, mengatakan persiapan dimulai dari penyusunan konsep, rapat, penelusuran arsip, hingga melakukan kurasi terhadap foto dan berbagai dokumen sejarah yang akan dipamerkan.

“Persiapannya kurang lebih dua sampai tiga bulan. Mulai dari menyusun konsep, rapat beberapa kali, kemudian menelusuri dan mengkurasi foto atau arsip sejarah yang akan ditampilkan,” ujar Yazid, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, setiap materi yang ditampilkan tidak hanya berupa foto atau arsip. Tim juga harus menyusun narasi pendukung untuk memberikan konteks kepada pengunjung mengenai sejarah yang ditampilkan pada setiap panel.

Materi pameran secara khusus mengangkat sejarah kawasan se-Kawedanan Pare. Setiap panel memiliki pembahasan tersendiri sehingga pengunjung dapat memperoleh gambaran mengenai perjalanan sejarah di berbagai wilayah yang menjadi bagian dari kawasan tersebut.

Proses persiapan juga mencakup kebutuhan teknis dan perlengkapan. Tim membuat daftar kebutuhan sejak jauh-jauh hari sebelum diserahkan kepada pihak ketiga untuk dipersiapkan. Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan pameran dapat berjalan sesuai konsep yang telah dirancang.

Namun, proses persiapan tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia. Tim yang terlibat di lapangan jumlahnya terbatas sehingga sejumlah anggota harus menjalankan beberapa tugas sekaligus.

Selain itu, koordinasi antaranggota juga menjadi tantangan tersendiri. Kesibukan masing-masing pihak membuat pertemuan tatap muka tidak selalu mudah dilakukan. Sebagian koordinasi akhirnya dilakukan secara daring, meskipun cara tersebut terkadang menyulitkan ketika harus mengambil keputusan bersama.

“Yang cukup terasa itu SDM-nya terbatas, jadi teman-teman harus multifungsi. Koordinasi juga kadang sulit karena jadwalnya tidak ketemu, akhirnya banyak dilakukan secara online,” katanya.

Tantangan lain muncul ketika tim melakukan penelusuran arsip sejarah. Tidak semua dokumen dapat ditemukan dalam kondisi lengkap. Beberapa arsip harus dicari dan disusun kembali agar memiliki alur waktu atau kronologi yang lebih jelas.

Kondisi tersebut membuat proses kurasi membutuhkan ketelitian. Tim harus memilah informasi yang tersedia sebelum menentukan materi yang layak dimasukkan dalam pameran, sekaligus menyusun narasi agar informasi sejarah dapat dipahami oleh masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Dinas terkait turut memberikan ruang bagi komunitas lokal untuk ikut mengangkat sejarah daerah. Komunitas Pare Heritage menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam proses tersebut. Selain itu, terdapat pula wacana keterlibatan komunitas lain seperti Pare Photographie.

Yazid menyebut, dari sejumlah pihak yang terlibat, eksekusi lapangan akhirnya ditangani oleh sekitar tujuh orang. Dengan jumlah tersebut, setiap anggota harus saling membantu agar seluruh kebutuhan pameran dapat diselesaikan.

Meski menghadapi keterbatasan, proses tersebut dinilai memberikan pengalaman penting bagi komunitas. Keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar mengenai bagaimana sebuah pameran sejarah disusun, mulai dari riset, kurasi arsip, penyusunan narasi hingga kebutuhan teknis.

Ke depan, Pare Heritage berharap dapat memiliki kemampuan dan pengalaman yang cukup untuk menyelenggarakan kegiatan serupa secara lebih mandiri. Pengalaman yang diperoleh selama proses persiapan diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan konsep pameran sejarah lokal berikutnya.

“Harapannya ke depan kami bisa membuat kegiatan seperti ini secara mandiri. Pengalaman yang diberikan sekarang bisa menjadi bekal untuk mengembangkan konsep pameran sejarah lokal dengan lebih matang,” ungkapnya.

Reporter: Maulana Rahmadha
Editor: Rizky Rusdiyanto