
Tandaglobal.news | Kediri — Harga sejumlah komoditas hortikultura di Pasar Pahing, Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 105, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, mengalami perubahan pada Jumat (24/7/2026). Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas bawang merah, sedangkan harga berbagai jenis cabai masih cenderung bertahan di level sebelumnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Pahing, harga bawang merah naik dari Rp32.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Sebaliknya, harga bawang putih turun dari Rp33.500 menjadi Rp32.000 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai merah besar masih bertahan di angka Rp32.000 per kilogram.
Cabai merah keriting juga tetap dijual Rp30.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah mengalami kenaikan tipis dari Rp34.000 menjadi Rp34.500 per kilogram.
Salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Pahing, Sumiati, mengatakan kenaikan harga bawang merah dipicu berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi.
Di sisi lain, stok cabai yang masih mencukupi membuat harga komoditas tersebut relatif stabil di tingkat pedagang.
“Bawang merah memang naik karena pasokannya sedikit berkurang. Kalau cabai masih normal, jadi harganya belum banyak berubah,” ujar Sumiati.
Menurutnya, kondisi cuaca dan kelancaran distribusi masih menjadi faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga komoditas hortikultura di pasar tradisional.
Ketika pasokan dari daerah penghasil tersendat, harga cenderung mengalami kenaikan. Sebaliknya, saat distribusi kembali lancar, harga biasanya mulai berangsur turun.
“Kalau kiriman kembali lancar, biasanya harga ikut turun. Pedagang juga berharap begitu supaya pembeli tidak mengurangi belanja,” tambahnya.
Pedagang berharap pasokan dari sentra produksi segera kembali normal sehingga harga bawang merah dapat berangsur stabil.
Stabilitas harga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi pedagang dalam memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari.
Meski terjadi perubahan harga pada beberapa komoditas, aktivitas jual beli di Pasar Pahing tetap berlangsung normal.
Warga masih membeli kebutuhan dapur seperti biasa, sementara pedagang terus memantau perkembangan pasokan dan harga sebagai acuan dalam menentukan harga jual di pasar tradisional.




















Tinggalkan Balasan