Kediri, Tandaglobal.news — Harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Pahing yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Kenaikan tersebut tidak terjadi pada seluruh komoditas, melainkan hanya beberapa jenis sayuran yang memiliki permintaan tinggi.

Kondisi ini terpantau pada Jumat (31/7/2026).

Salah satu pedagang sayur di Pasar Pahing, Andik, mengatakan komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain mentimun, buncis, dan baby corn atau jagung muda.

Sementara itu, kentang dan tomat justru mengalami penurunan harga dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

Menurut Andik, harga mentimun mengalami fluktuasi cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, mentimun sempat dijual dengan harga sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram.

Namun, harga tersebut kemudian naik secara bertahap menjadi Rp10.000, Rp15.000, bahkan sempat menyentuh Rp20.000 per kilogram.

“Sekarang mentimun sekitar Rp15 ribu per kilogram. Kemarin masih Rp18 ribu. Kemungkinan beberapa hari lagi bisa naik lagi kalau pasokan belum bertambah,” ujar Andik.

Selain mentimun, harga buncis juga masih berada pada level tinggi.

Saat ini buncis dijual eceran sekitar Rp16.000 per kilogram, sedangkan harga di tingkat grosir berkisar Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram.

Padahal, sebelum terjadi lonjakan permintaan, harga buncis umumnya berada di bawah Rp10.000 per kilogram.


Komoditas lain yang turut mengalami kenaikan adalah baby corn.

Andik menjelaskan, sayuran tersebut kini dijual sekitar Rp35.000 per kilogram untuk kualitas yang tersedia di pasaran.

Dalam kondisi normal, harga baby corn berkualitas baik hanya berkisar Rp12.500 hingga Rp15.000 per kilogram.

Menurutnya, komoditas tersebut juga memiliki masa simpan yang sangat singkat sehingga harus segera dipasarkan dalam kondisi segar.

Di sisi lain, harga tomat justru mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Jika sebelumnya sempat menembus lebih dari Rp20.000 per kilogram, kini tomat dijual sekitar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram.

Bahkan, pada tingkat grosir, harga tomat dalam bentuk keranjang pernah turun hingga sekitar Rp1.500 per kilogram.

Andik menilai kenaikan harga sejumlah sayuran dipengaruhi meningkatnya permintaan untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, komoditas seperti buncis, baby corn, dan jagung manis pipil menjadi bahan yang banyak digunakan dalam penyediaan menu program tersebut sehingga permintaan meningkat dan berdampak pada harga di tingkat pedagang.

“Kemungkinan besar karena kebutuhan MBG. Sayuran yang sering dipakai untuk program itu permintaannya naik, jadi harga di pasar ikut terdorong naik,” pungkasnya.