


KEDIRI, TandaGlobal.news — Paguyuban UMKM Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, turut meramaikan bazar UMKM dalam rangka peringatan HUT ke-81 TNI di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (22/9/2026).
Berbeda dengan stan UMKM yang hanya membawa produk dari satu wilayah, stan Kecamatan Kras menggabungkan berbagai produk unggulan dari sejumlah desa dalam satu paguyuban.
Produk-produk tersebut dikumpulkan dan ditampilkan bersama untuk memperkenalkan potensi UMKM Kecamatan Kras kepada masyarakat.
Kholifah, perwakilan UMKM dari Kecamatan Kras, mengatakan konsep tersebut menjadi bentuk kolaborasi antar-UMKM desa.
Setiap desa memiliki produk yang berbeda, kemudian seluruhnya disatukan dalam satu stan.
“Ini gabungan dari seluruh desa di Kecamatan Kras. Masing-masing desa punya produk sendiri, kemudian kita satukan dalam satu paguyuban untuk ditampilkan di stan ini,” ujar Kholifah, Selasa (22/9/2026).
Beragam produk makanan dan minuman ditawarkan, mulai dari jamur krispi, pare krispi, kue brambang atau kue bawang merah, sambal, hingga minuman tradisional seperti sinom dan sari nanas.
Selain makanan dan minuman, stan tersebut juga menampilkan berbagai produk kerajinan tangan.
Salah satunya ecoprint yang menggunakan motif dan pewarna alami dari daun maupun bunga.
Produk kerajinan lainnya berupa tempat tisu, tempat nasi, nampan tumpeng, tempat minum, hingga tempat buah.
Keberagaman produk tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang.
Menurut Kholifah, antusiasme masyarakat terhadap produk UMKM Kecamatan Kras cukup tinggi.
Sejumlah produk makanan bahkan laris terjual, termasuk pare krispi yang disebut telah habis.
Penjualan juga mendapat dukungan dari ibu-ibu Persit yang turut membeli sejumlah produk UMKM yang dipamerkan.
Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mengenalkan produk sekaligus memperluas pasar.
Kholifah berharap keikutsertaan dalam bazar tersebut tidak hanya berdampak pada penjualan selama acara, tetapi juga membuka peluang agar produk khas Kecamatan Kras semakin dikenal masyarakat luas.
“Kami berharap produk UMKM dari Kecamatan Kras bisa lebih dikenal, tidak hanya di wilayah Kediri, tetapi juga sampai Tulungagung dan daerah lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya, produk-produk yang memiliki keunikan, seperti ecoprint dan kue brambang, memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.
Karena itu, kegiatan pameran dan bazar dinilai menjadi salah satu sarana penting untuk memperkenalkan produk lokal secara langsung kepada konsumen.
Keikutsertaan Paguyuban UMKM Kecamatan Kras dalam bazar tersebut sekaligus menunjukkan kolaborasi antar-UMKM desa dalam mengangkat produk lokal secara bersama-sama.
Dengan menyatukan berbagai produk dalam satu stan, potensi usaha dari masing-masing desa dapat diperkenalkan dalam satu wadah kepada masyarakat yang lebih luas.




















Tinggalkan Balasan