Penjualan juga mendapat dukungan dari ibu-ibu Persit yang turut membeli sejumlah produk UMKM yang dipamerkan.

Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mengenalkan produk sekaligus memperluas pasar.

Kholifah berharap keikutsertaan dalam bazar tersebut tidak hanya berdampak pada penjualan selama acara, tetapi juga membuka peluang agar produk khas Kecamatan Kras semakin dikenal masyarakat luas.

“Kami berharap produk UMKM dari Kecamatan Kras bisa lebih dikenal, tidak hanya di wilayah Kediri, tetapi juga sampai Tulungagung dan daerah lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, produk-produk yang memiliki keunikan, seperti ecoprint dan kue brambang, memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.

Karena itu, kegiatan pameran dan bazar dinilai menjadi salah satu sarana penting untuk memperkenalkan produk lokal secara langsung kepada konsumen.

Keikutsertaan Paguyuban UMKM Kecamatan Kras dalam bazar tersebut sekaligus menunjukkan kolaborasi antar-UMKM desa dalam mengangkat produk lokal secara bersama-sama.

Dengan menyatukan berbagai produk dalam satu stan, potensi usaha dari masing-masing desa dapat diperkenalkan dalam satu wadah kepada masyarakat yang lebih luas.