
PUNCU, Tandaglobal.news — SDNU Miftahun Nahdloh turut ambil bagian dalam kegiatan Jambore Ranting (Jamran) Kwartir Ranting (Kwarran) Puncu yang digelar di Lapangan Tanggungmulyo, Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Rabu (9/9/2026).
Sekolah tersebut mengirimkan sebanyak 24 siswa yang berasal dari kelas 3 dan 4.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan didampingi pembina serta mendapat dukungan langsung dari bapak dan ibu guru, mengingat sebagian besar peserta masih berada di jenjang kelas bawah.
Pembina SDNU Miftahun Nahdloh, Ega, mengatakan keterlibatan guru dalam persiapan dilakukan untuk membantu memastikan seluruh peserta siap mengikuti rangkaian kegiatan Jambore.
“Karena anak-anak yang kami kirim masih kelas 3 dan 4, bapak dan ibu guru ikut membantu dalam persiapannya. Alhamdulillah, semuanya sudah siap mengikuti kegiatan,” ujar Ega, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, meski masih tergolong usia muda, para peserta tetap diarahkan untuk belajar mandiri selama mengikuti kegiatan.
Nilai kemandirian menjadi salah satu hal utama yang ditanamkan kepada siswa, sejalan dengan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka.
Kegiatan Jambore juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, bekerja sama dengan teman, serta mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan di luar lingkungan sekolah.
Ega berharap pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk semakin percaya diri dan bertanggung jawab dalam menjalankan berbagai kegiatan.
“Yang paling utama kami tanamkan adalah kemandirian anak sesuai dengan nilai Dasa Darma Pramuka. Harapannya mereka mendapatkan pengalaman dan bisa menjadi anak-anak yang lebih mandiri,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan Jambore yang dilaksanakan secara berkala setiap dua tahun tersebut dapat terus dipertahankan.
Menurutnya, antusiasme peserta menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan kepramukaan tetap hidup dan memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap dua tahun sekali, pesertanya tetap banyak dan antusiasmenya tinggi. Dengan begitu acaranya tetap meriah dan bisa mencetak generasi anak-anak yang hebat,” pungkas Ega.




















Tinggalkan Balasan