KEDIRI, Tandaglobal.news Sekitar 800 pelajar mengikuti kegiatan kepramukaan yang digelar Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, di Lapangan Tanggungmulyo, Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja Kwarran Puncu tahun 2026 yang dikemas dalam dua bentuk berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk tingkat SD/MI digelar Jambore Ranting, sedangkan tingkat SMP/MTs mengikuti Lomba Tingkat 2 (LT-2) sebagai tindak lanjut dari LT-1.

Penanggung jawab kegiatan, Mulyanto, mengatakan peserta berasal dari berbagai Gugus Depan (Gudep) di wilayah Kwarran Puncu. Untuk tingkat SD/MI, kegiatan diikuti 29 Gudep, sementara tingkat SMP/MTs diikuti SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan MTs.

“Jumlah peserta secara keseluruhan kurang lebih 800 siswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja Kwarran Puncu sekaligus wadah untuk membentuk kedisiplinan, kemandirian, tata krama, serta kemampuan berkarya para siswa,” ujar Mulyanto.

Menurutnya, LT-2 juga memiliki peran penting karena peserta terbaik nantinya akan dipersiapkan menjadi perwakilan Kwarran Puncu untuk mengikuti LT-3 di tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Kediri.

Selain perlombaan, kegiatan Jambore Ranting menjadi ruang bagi peserta untuk belajar dan beraktivitas bersama di alam terbuka.

Berbagai kegiatan Pramuka dirancang untuk melatih kerja sama, tanggung jawab, kemandirian, serta membangun karakter peserta didik.

Mulyanto menjelaskan, pelaksanaan tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya kegiatan berlangsung selama tiga hari dua malam, tahun ini pelaksanaannya dipadatkan menjadi dua hari satu malam.

“Waktunya memang dipersingkat menjadi dua hari satu malam, tetapi porsi kegiatan tidak dikurangi. Justru kami maksimalkan agar seluruh rangkaian kegiatan tetap bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Kamabigus, kepala desa selaku Mabinsa, para pembina, panitia, serta masyarakat yang turut mendukung kegiatan.

Dukungan fasilitas juga diberikan oleh SDN Manggis 2 dan warga Dusun Tanggungmulyo untuk menunjang kebutuhan peserta selama kegiatan.

Salah satu peserta kegiatan berasal dari SDN Manggis 1 dengan jumlah 20 siswa, terdiri dari 10 putra dan 10 putri.

Mereka telah mempersiapkan berbagai kebutuhan sebelum kegiatan, mulai dari bekal, tenda, peralatan tali-temali hingga tongkat Pramuka.

Pembina SDN Manggis 1, Arif Purnawan, mengatakan persiapan tenda untuk peserta putra dan putri telah dilakukan sebelum kegiatan dimulai.

Namun, proses pemasangan sempat menghadapi kendala akibat kondisi cuaca dan angin kencang.

“Persiapan anak-anak sudah dilakukan, termasuk membawa bekal, tenda, tali-temali dan tongkat. Saat pemasangan tenda ada kendala karena cuaca dan angin cukup kencang, sehingga anak-anak harus lebih berhati-hati,” kata Arif.

Arif menilai kegiatan seperti ini penting untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menerapkan keterampilan kepramukaan sekaligus belajar bekerja sama dengan teman-temannya.

Namun, ia berharap durasi kegiatan pada tahun mendatang dapat kembali diperpanjang seperti pelaksanaan sebelumnya.

“Tahun lalu kegiatannya tiga hari dua malam, sedangkan tahun ini dua hari satu malam. Kalau bisa ke depan waktunya kembali tiga hari dua malam, sehingga kegiatan lebih efektif dan anak-anak tidak terburu-buru membongkar tenda sehari setelah dipasang,” harapnya.

Selain membentuk karakter peserta didik, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan peran pembina Pramuka di masing-masing Gugus Depan.

Kwarran Puncu mendorong para pembina dan Kamabigus agar terus menghidupkan kegiatan kepramukaan di sekolah.

Mulyanto menyebut pengembangan kemampuan pembina juga menjadi perhatian.

Evaluasi kegiatan Karang Pamitran sebelumnya menjadi salah satu bahan untuk meningkatkan keterampilan para pembina.

Ke depan, juga direncanakan pelaksanaan Kursus Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KMD) bagi pembina yang belum memiliki sertifikat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan Jambore dan LT saja. Pembina juga perlu terus meningkatkan keterampilan, sehingga kegiatan Pramuka di sekolah semakin aktif dan mampu membentuk karakter anak menuju generasi Indonesia Emas,” pungkas Mulyanto.

Ke depan, Kwarran Puncu juga berharap dapat memberikan penilaian khusus untuk menentukan Gugus Depan Tergiat maupun Regu Tergiat, baik pada jenjang SD/MI maupun SMP/MTs, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan keaktifan peserta.