Dukungan kesehatan juga disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan peserta selama perjalanan.

Tim ambulans yang terlibat antara lain Ambulance Ngantang, PKB, LazisMu, Jokbar Kasembon, hingga UBK Kepanjen. Panitia juga bekerja sama dengan tim kesehatan dan PMI untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Iswanto menjelaskan, pengaturan lalu lintas selama kirab dilakukan oleh tim internal penyelenggara.

Hal tersebut dilakukan agar pengaturan di lapangan tetap terkoordinasi dan tidak menimbulkan kebingungan bagi peserta maupun pengguna jalan.

“Pengaturan kami lakukan bersama tim yang sudah disiapkan agar perjalanan kirab tetap tertib dan tidak mengganggu jalannya kegiatan,” katanya.

Rangkaian kirab dimulai dari Lapangan Bayem, kemudian peserta bergerak menuju perempatan Bayem dan melanjutkan perjalanan melewati sejumlah wilayah hingga menyusuri jalan raya Kasembon.

Rombongan kemudian menuju Tugu Perbatasan Malang-Kediri untuk melaksanakan prosesi serah terima dengan kontingen dari Kecamatan Kandangan.

Camat Kasembon, Deny Capariyanto, S.E., M.Si., memberikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Kirab Merah Putih tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan besarnya semangat masyarakat dalam memperingati kemerdekaan sekaligus menjaga persatuan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, Forkopincam, Polsek, Koramil, sekolah, serta organisasi dan komunitas yang ikut menyukseskan kegiatan ini,” ujar Deny.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Desa Bayem yang telah memfasilitasi tempat sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan meriah dan melibatkan banyak elemen masyarakat.

Deny berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan melalui kirab tersebut dapat terus dijaga, khususnya oleh generasi muda.