“Harapan kami, setelah lulus nanti mereka tidak berhenti di PMR.”

“Mereka bisa menjadi donor darah sukarela dan relawan PMI yang siap membantu masyarakat ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya,” katanya.

Triatmono menambahkan, Jumbara akan berlangsung hingga 29 Juli malam.

Penutupan kegiatan dijadwalkan pada 30 Juli 2026.

Ia menjelaskan, PMI Kabupaten Kediri secara konsisten menyelenggarakan Jumbara setiap dua tahun sekali sejak 1991, meski aturan nasional mengatur pelaksanaan minimal lima tahun sekali.

Kebijakan tersebut diterapkan agar seluruh siswa yang mengikuti ekstrakurikuler PMR memiliki kesempatan mengikuti kegiatan sekaligus memperoleh pengalaman dan sertifikat kepalangmerahan.

Di sisi lain, PMI Kabupaten Kediri masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengembangan PMR.

Salah satunya adalah ketimpangan jumlah anggota laki-laki dan perempuan, di mana peserta perempuan masih mendominasi.

Selain itu, masih banyak siswa yang menganggap PMR hanya berkaitan dengan profesi tenaga kesehatan.

Padahal, organisasi tersebut juga membekali anggotanya dengan keterampilan kepemimpinan, kesiapsiagaan bencana, serta kemampuan menjadi relawan kemanusiaan di tengah masyarakat.