Wisata Sumber Ragil Kuning Krenceng Kediri Mangkrak Sejak Pandemi, Belum Ada Tanda Dibuka Kembali

wisata Ragil Kuning yang terletak di Krenceng Kepung sudah lama tidak berporasi . (dok.Maulana Rahmadha /Tandaglobalnews)

Tandaglobalnews Kediri, – Destinasi wisata pemandian alami Sumber Ragil Kuning yang terletak di Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, dipastikan tidak beroperasi hingga pertengahan tahun 2026. Tempat yang dulunya menjadi andalan wisata keluarga ini terhenti aktivitasnya sejak masa pandemi COVID-19 tahun 2020 dan belum ada rencana resmi untuk dihidupkan kembali.

Sebelumnya, Ragil Kuning dikenal sebagai tempat rekreasi favorit warga karena menawarkan kolam pemandian dengan sumber air alami yang jernih dan tidak pernah kering. Tempat ini juga memiliki nilai sejarah tinggi, mengingat dibangun sejak tahun 1908 pada masa penjajahan Belanda sebagai sumber air baku untuk Rumah Sakit Perkebunan Handelsvereeniging Amsterdam (HVA). Sisa saluran pipa kuno dan prasasti peninggalan zaman itu masih dapat dilihat hingga kini.

Dalam pengelolaannya, wisata tersebut dikelola secara perorangan atau pribadi dan tidak melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hanya dalam hal fasilitas parkir saja, pihak pengelola menjalin kerja sama dengan BUMDes, mengingat lokasi wisata tidak memiliki wilayah parkir sendiri yang memadai.

Namun, kondisi berubah drastis sejak pembatasan kegiatan diberlakukan akibat pandemi. Jumlah pengunjung turun tajam hingga membuat pendapatan pengelola tidak cukup untuk menutupi biaya perawatan dan operasional. Sebagai tempat yang dikelola secara pribadi, keterbatasan dana menjadi kendala utama untuk memulihkan kondisi tempat wisata ini.

Hingga saat ini, seluruh fasilitas penunjang seperti kolam renang, wahana permainan, tempat makan, dan kamar mandi sudah tidak berfungsi. Sebagian bangunan terlihat rusak dan ditumbuhi tanaman liar. Meskipun demikian, sumber mata air alami di lokasi tersebut masih tetap mengalir dengan jernih dan dimanfaatkan secara terbatas oleh warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari.

Saat ini tidak ada lagi layanan wisata, tiket masuk, maupun petugas jaga. Tempat ini hanya kadang digunakan untuk kegiatan sosial atau lingkungan warga. Belum ada kepastian kapan akan dibuka kembali karena membutuhkan biaya besar untuk perbaikan total.

Belum adanya dukungan modal maupun rencana revitalisasi dari pemerintah daerah turut memperpanjang kondisi mangkrak tempat ini. Sementara itu, akses jalan menuju lokasi masih dapat dilalui kendaraan, namun tidak ada lagi papan penanda yang menginformasikan lokasi tersebut sebagai tempat wisata.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *