
TandaGlobalNews | NDUGA – Sejumlah warga di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, menyampaikan kekhawatiran mereka terkait keberadaan pos-pos TNI dan Polri di wilayah Keneyam. Mereka mengaku aktivitas aparat keamanan yang terus berlangsung di sekitar permukiman dan area publik telah menimbulkan rasa tidak nyaman serta kekhawatiran di tengah masyarakat.
Dalam berbagai pertemuan dan penyampaian aspirasi kepada pihak terkait, warga menilai situasi keamanan yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir masih menyisakan trauma bagi sebagian masyarakat. Kehadiran pos keamanan disebut membuat sebagian warga merasa waspada ketika beraktivitas sehari-hari, termasuk saat menuju kebun, pasar, maupun lokasi kegiatan sosial lainnya.
Masyarakat juga menyoroti dampak psikologis yang dirasakan akibat konflik berkepanjangan di wilayah Nduga. Menurut mereka, rasa aman belum sepenuhnya pulih karena masih adanya kekhawatiran akan potensi kontak senjata maupun operasi keamanan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi warga.
Selain itu, warga meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat keamanan untuk mengedepankan pendekatan dialog dan perlindungan terhadap masyarakat sipil dalam setiap kebijakan keamanan yang diterapkan di wilayah tersebut. Mereka berharap situasi keamanan dapat dibangun melalui langkah-langkah yang memberikan rasa tenang bagi seluruh warga tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Di sisi lain, keberadaan aparat keamanan di Nduga selama ini juga dikaitkan dengan upaya menjaga stabilitas keamanan di daerah yang kerap menghadapi gangguan kelompok bersenjata. Pemerintah dan aparat keamanan sebelumnya menyatakan penempatan personel dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat serta mendukung penyelenggaraan pelayanan pemerintahan dan pembangunan di wilayah pedalaman Papua.
Situasi keamanan di Nduga sendiri telah menjadi perhatian berbagai pihak dalam beberapa tahun terakhir. Beragam insiden kekerasan yang melibatkan kelompok bersenjata dan aparat keamanan telah berdampak pada kehidupan masyarakat sipil, termasuk munculnya pengungsian, terganggunya layanan publik, serta aktivitas ekonomi warga.
Warga berharap seluruh pihak dapat mengedepankan penyelesaian yang damai sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan aman dan tanpa rasa takut.