Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Tercapai, Teheran Membantah

Ilustrasi perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di tengah ketegangan Timur Tengah. (AI/Chat GPT).

TandaGlobalNews JAKARTA– Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan bahwa negaranya telah mencapai kesepakatan damai besar dengan Iran untuk mengakhiri konflik yang berlangsung di Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (11/6/2026) dan langsung diikuti dengan keputusan membatalkan seluruh rencana serangan udara terhadap Iran yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung malam itu.

Mengutip laporan CNBC, Trump menyampaikan kepada awak media di Ruang Oval Gedung Putih bahwa rancangan kesepakatan tersebut kini hanya menunggu proses finalisasi dokumen resmi. Ia optimistis penandatanganan perjanjian dapat segera dilakukan dalam waktu dekat.

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyatakan bahwa berbagai poin utama dalam perundingan telah disepakati oleh sejumlah negara yang terlibat maupun mendukung proses tersebut, termasuk Amerika Serikat, Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, Pakistan, Bahrain, Kuwait, Yordania, dan Mesir.

“Diskusi dan poin-poin akhir, baik dalam konsep maupun detail besar, telah disetujui oleh semua pihak yang terlibat,” tulis Trump.

Trump mengatakan pembatalan serangan dilakukan karena jalur diplomasi disebut telah mencapai kesepakatan pada tingkat kepemimpinan tertinggi Iran. Namun, pernyataan itu kontras dengan sikapnya beberapa jam sebelumnya yang sempat mengancam akan melancarkan serangan militer besar terhadap Iran.

Tidak lama setelah pengumuman tersebut, pemerintah Iran membantah klaim yang disampaikan Washington. Media pemerintah Iran, Fars, menyatakan bahwa Teheran belum menyetujui dokumen apa pun terkait nota kesepahaman dengan Amerika Serikat.

Dalam laporannya, Fars menilai langkah Trump lebih mencerminkan perubahan posisi Washington dalam proses negosiasi dibandingkan keberhasilan mencapai kesepakatan final.

“Realitas yang terjadi hingga saat ini adalah, tidak hanya Iran belum memberikan respons akhir, tetapi pihak Amerika Serikat lah yang sebenarnya telah kembali ke tuntutan mereka yang sebelumnya,” tulis Fars.

Meski demikian, media tersebut mengisyaratkan bahwa peluang tercapainya perdamaian masih terbuka. Menurut laporan itu, Iran masih mempertimbangkan draf kesepakatan setelah Amerika Serikat disebut menunjukkan sikap yang lebih fleksibel terhadap usulan Teheran.

Di sisi lain, Trump juga telah berkonsultasi dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melalui sambungan telepon. Kantor Perdana Menteri Israel mengonfirmasi adanya pembicaraan antara kedua pemimpin tersebut.

Dalam pernyataan resminya, pemerintah Israel menyebut Netanyahu menyambut baik komitmen Trump bahwa setiap kesepakatan yang dicapai nantinya tetap akan memuat pembatasan ketat terhadap program nuklir Iran.

“Meskipun Israel bukan bagian dari negosiasi langsung dengan Iran, Perdana Menteri sangat mengapresiasi komitmen Trump bahwa kesepakatan akhir akan mencakup berbagai pembatasan terhadap kemampuan nuklir Iran,” demikian pernyataan kantor Netanyahu.

Klaim Trump mengenai kedekatan tercapainya kesepakatan damai sebelumnya telah beberapa kali disampaikan sejak konflik memanas pada akhir Februari lalu. Meski status perjanjian masih belum jelas, pengumuman tersebut langsung memengaruhi pasar global.

Bursa saham internasional dilaporkan menguat, sementara harga minyak mentah dunia mengalami penurunan setelah kabar pembatalan serangan terhadap Iran tersebar.

Namun demikian, militer Amerika Serikat menegaskan bahwa operasi blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan logistik Iran di kawasan Teluk Oman tetap diberlakukan. Kebijakan tersebut disebut baru akan dicabut setelah seluruh proses penandatanganan dan pengesahan kesepakatan damai selesai secara hukum.

Sumber: cnbcindonesia.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *