
Tandaglobalnews KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri terus genjot produktifitas petani. Hingga pertengahan tahun 2026 berbagai cara telah dilakukan. Salah satunya dengan melakukan penyaluran bibit tanaman kepada petani.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kalau kita bicara kesejahteraan petani, Rp19 miliar itu seharusnya keluar dari kantong petani untuk membeli benih. Sekarang mereka tidak perlu mengeluarkan biaya karena benih sudah diberikan dan kualitasnya premium,” ujarnya.
Menurut Sukadi, ketepatan waktu distribusi menjadi faktor penting. Sebab, bantuan yang datang setelah musim tanam sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal oleh petani.
“Sekarang waktunya pas. Petani baru selesai panen padi dan langsung masuk tanam jagung. Jadi bantuan ini bisa langsung ditanam,” katanya.
Selain benih jagung, sebelumnya Dispertabun juga menyalurkan 121,5 ton benih padi untuk mendukung program tanam padi indeks pertanaman (IP) 2 di lahan seluas 4.860 hektare.
Di tengah ancaman musim kemarau, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna menjaga ketersediaan air irigasi. Salah satunya dengan memastikan bantuan pompa air yang telah disalurkan di berbagai wilayah dalam kondisi siap digunakan.
Dispertabun juga menyederhanakan mekanisme pengurusan solar bersubsidi bagi petani. Jika sebelumnya petani harus datang langsung ke kantor dinas untuk memperoleh rekomendasi dan barcode pembelian, kini pengajuan dapat dilakukan melalui pemerintah desa dan penyuluh pertanian lapangan (PPL).
“Petani cukup melapor melalui desa dan PPL. Dalam sehari rekomendasi bisa selesai sehingga mereka lebih mudah mendapatkan solar bersubsidi untuk pompa air, traktor maupun alat mesin pertanian lainnya,” jelasnya.
Tak hanya itu, tahun ini Pemkab Kediri juga berencana membangun sekitar 380 titik sumur submersible yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat maupun daerah. Program tersebut disebut menjadi salah satu yang terbesar yang pernah dilaksanakan untuk sektor pertanian di Kabupaten Kediri.
“Sumur-sumur itu akan kami berikan kepada kelompok tani sebagai langkah antisipasi kekeringan saat musim kemarau,” ungkap Sukadi.
Untuk mendukung produktivitas pertanian, Dispertabun juga menyiapkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat, hand traktor, rotary hingga transplanter yang akan segera disalurkan kepada kelompok tani.
Sementara itu, di sektor pertanian berkelanjutan, luas lahan padi organik di Kabupaten Kediri terus menunjukkan peningkatan. Hingga pertengahan 2026, luas lahan organik yang telah tersertifikasi mencapai 168,7 hektare atau hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Sukadi, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan yang dilakukan pemerintah kepada petani. Bahkan, produktivitas padi organik di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Purwoasri mampu mencapai lebih dari tujuh ton per hektare.
“Kenaikannya hampir 100 persen dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan minat petani terhadap pertanian organik terus tumbuh karena memiliki nilai tambah yang lebih baik,” pungkasnya.
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim