
(Foto: Dok.TGN/Wildan Wahid Hasyim)
Tandaglobalnews | KEDIRI – Pelemahan daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kediri. Salah satunya dirasakan oleh pusat oleh-oleh GTT Ngasem yang mengalami penurunan omzet hingga 40 persen dalam beberapa waktu terakhir.
Pengelola GTT Ngasem, Gatot Siswanto, mengatakan penurunan penjualan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain melemahnya kondisi ekonomi masyarakat, kenaikan harga bahan baku seperti kedelai serta dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar turut menekan biaya produksi pelaku usaha.
“Situasi ekonomi sekarang memang mengalami penurunan. Apalagi berbarengan dengan kebutuhan masyarakat untuk biaya masuk sekolah anak-anak, sehingga daya beli ikut berkurang,” ujarnya.
Menurut Gatot, kondisi tersebut membuat banyak pelaku UMKM memilih bertahan sambil menunggu situasi ekonomi membaik. Terlebih, kemampuan masyarakat untuk berbelanja juga masih terbatas karena pendapatan yang belum mengalami peningkatan signifikan.

Meski menghadapi tekanan pasar, GTT Ngasem memilih tidak menyerah. Berbagai inovasi dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan identitas produk khas Kediri di tengah persaingan yang semakin ketat.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menghadirkan produk-produk baru dengan kualitas yang lebih baik. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan produk unggulan seperti getuk pisang dan sari kedelai yang kini mulai mendapat respons positif dari konsumen.
“Kami harus terus berinovasi. Sekarang kami menciptakan produk yang benar-benar bagus kualitasnya untuk mempertahankan ikon Kediri. Alhamdulillah getuk pisang dan sari kedelai cukup diminati masyarakat,” katanya.
Gatot mengakui, keberadaan sektor wisata masih menjadi penopang penting bagi penjualan produk UMKM. Sebab, sebagian besar produk lokal yang dipasarkan di sentra oleh-oleh banyak dibeli oleh wisatawan maupun tamu yang berkunjung ke Kediri.

Namun demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih besar kepada pelaku UMKM agar mampu bertahan menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang berdampak hingga ke tingkat daerah.
“Dalam situasi ekonomi global seperti sekarang ini, kami berharap ada penguatan ekonomi kerakyatan dari pemerintah. Kami juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan membeli produk lokal agar UMKM bisa terus tumbuh,” ungkapnya.
Di tengah berbagai tantangan, semangat pelaku UMKM Kediri untuk bertahan dan berinovasi menjadi bukti bahwa produk lokal masih memiliki peluang besar untuk berkembang. Dengan dukungan masyarakat dan kebijakan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan, sektor UMKM diharapkan tetap menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
Penulis: Wildan Wahid Hasyim
Editor: Aditya Efendi