Netanyahu Respons Kesepakatan Damai AS-Iran: Ancaman Nuklir Belum Berakhir

Foto: Netanyahu buka suara, tegaskan Iran tak boleh miliki senjata nuklir meski ada kesepakatan damai ( sumber foto : Andrew Caballero-Reynolds)

Tandaglobalnews | JAKARTA – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akhirnya buka suara terkait tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan Presiden AS, Donald Trump.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin (15/6), Netanyahu menegaskan bahwa tujuan utama Israel tetap tidak berubah, yakni memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir, terlepas dari ada atau tidaknya kesepakatan antara Washington dan Teheran.
Menurut Netanyahu, operasi militer yang dilancarkan Israel terhadap Iran merupakan langkah penting untuk melindungi negaranya dari ancaman yang lebih besar. Ia menilai serangan tersebut telah menyelamatkan Israel dari potensi ancaman pemusnahan akibat senjata nuklir.
“Yang terpenting adalah kita telah menyelamatkan negara Israel dari ancaman pemusnahan oleh nuklir,” ujar Netanyahu.
Pernyataan tersebut menjadi komentar publik pertamanya setelah Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan itu mencakup penghentian operasi militer di berbagai front, termasuk di Lebanon, dan akan diformalkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Swiss pada 19 Juni mendatang.
Meski demikian, kesepakatan tersebut menuai reaksi beragam di Israel. Sejumlah pejabat pemerintahan Israel menyatakan keberatan karena negara itu tidak terlibat langsung dalam proses perundingan antara AS dan Iran. Bahkan, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyebut Israel tidak terikat dengan hasil kesepakatan tersebut.
Dalam pidatonya, Netanyahu juga menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon, Jalur Gaza, dan Suriah guna menjaga keamanan nasional serta mencegah munculnya ancaman baru di perbatasan Israel.
“Israel tidak akan membiarkan organisasi teroris menancapkan diri di perbatasan kami, menggali terowongan teror ke wilayah kami, atau mempersiapkan pembantaian di dekat warga negara kami,” tegasnya.
Kesepakatan damai AS-Iran sendiri masih menunggu penandatanganan resmi dan implementasi lebih lanjut. Sejumlah pengamat menilai keberhasilan perjanjian tersebut akan sangat bergantung pada kepatuhan kedua negara terhadap komitmen yang telah disepakati, termasuk terkait program nuklir Iran dan stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah.

Sumber : cnnindonesia.com

author

    Related Articles

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *