Menyikapi Era Digital, Pengelola Situs Calon Arang Siapkan Konten Sejarah untuk Kikis Stigma Negatif


​Tandaglobalnews Kediri — Di era digitalisasi saat ini, tantangan dalam melestarikan situs sejarah tidak hanya datang dari modernisasi fisik, melainkan juga dari bagaimana informasi tersebut disebarkan kepada masyarakat luas. Hal ini disadari betul oleh pengelola Situs Calon Arang di Desa Sukorejo.
​Saat ini, penyebaran informasi mengenai keberadaan dan kegiatan di Situs Calon Arang diakui masih bersifat konvensional, yakni dari mulut ke mulut. Pihak pengelola mengungkapkan bahwa konten digital resmi seperti video dokumentasi maupun film sejarah yang ramah internet saat ini memang belum tersedia.
​Meski demikian, pengelola menegaskan bahwa pembuatan konten digital berbasis sejarah telah masuk ke dalam agenda rencana ke depan. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat, khususnya generasi muda yang aktif di internet, dapat lebih mengenal dan mengakses informasi sejarah yang valid mengenai situs ini.


​Meluruskan Narasi Sejarah di Dunia Digital
​Upaya digitalisasi ini nantinya juga mengemban misi penting, yaitu meluruskan stigma negatif yang telanjur melekat pada sosok Calon Arang. Pengelola menceritakan bahwa sejak mereka mengelola situs tersebut beberapa tahun terakhir, fokus utama mereka adalah mengikis cerita-cerita buruk yang tidak benar.
​Selama ini, sosok Calon Arang sering kali digambarkan secara negatif, seperti penyebar penyakit. Melalui edukasi yang nantinya akan diperluas ke ranah digital, pengelola ingin menyampaikan fakta sejarah bahwa Calon Arang sebenarnya merupakan sosok yang baik, memiliki welas asih tinggi, dikenal sebagai tabib, dan menjadi salah satu pilar penting di masa Kerajaan Kahuripan.
​”Kalau bercerita tentang sejarah itu jangan mengada-ada. Realita, kenyataan, dan logika harus kita pakai,” ujar pihak pengelola menekankan pentingnya keaslian cerita.


​Strategi Merangkul Generasi Muda
​Selain mempersiapkan platform digital, strategi pengelola dalam menghadapi era modern ini adalah dengan melibatkan generasi muda secara langsung dalam aktivitas budaya nyata. Dibanding menjauhkan mereka, para pemuda desa justru dirangkul untuk ikut serta dalam prosesi adat seperti kirab budaya.
​Keterlibatan langsung dalam upacara yang sakral ini terbukti menumbuhkan rasa bangga di kalangan remaja setempat, bahkan banyak dari mereka yang secara sukarela membantu menyukseskan kegiatan tanpa memikirkan materi.
​Melalui sinergi antara pelestarian adat yang sakral dan persiapan edukasi berbasis digital, pengelola optimistis Situs Calon Arang dapat terus bertahan dan dipahami secara benar oleh generasi masa kini.

Baca Juga  Bupati Kediri Sebut Polri Mitra Strategis, Sinergi Pemda dan Kepolisian Dinilai Kian Solid di Hari Bhayangkara ke-80
administrator
Media Berita Online | Menyampaikan Berita Terkini - Aktual - Terpercaya

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *