Kanwil Kemenkum Bali Evaluasi Program Magang Nasional III

Ilustrasi suasana pemaparan laporan akhir peserta
Program Magang Nasional Batch III di Kanwil Kementerian Hukum Bali. (AI/ChatGPT)

TandaGlobalNews Denpasar – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Bali menggelar kegiatan Laporan Akhir Magang Nasional Batch III periode Desember 2025 hingga Juni 2026 yang diikuti seluruh peserta magang dari berbagai divisi dan bagian kerja di lingkungan Kanwil Kementerian Hukum Bali.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, I Nengah Sukadana, yang menyampaikan laporan pelaksanaan Program Magang Nasional Batch III hasil kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dedikasi dan kontribusi para peserta selama menjalani proses pembelajaran dan penugasan di lingkungan Kementerian Hukum Bali.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pemaparan laporan akhir oleh peserta magang yang ditempatkan di berbagai unit kerja, di antaranya Divisi Peraturan Perundang-Undangan dan Pembinaan Hukum (P3H), Divisi Pelayanan Hukum, serta Bagian Tata Usaha dan Umum.

Dalam presentasi tersebut, para peserta memaparkan pengalaman kerja, kontribusi yang telah diberikan, capaian selama masa magang, hingga berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas. Mereka juga menyampaikan sejumlah masukan dan saran konstruktif untuk peningkatan kualitas pelayanan serta pelaksanaan program magang di masa mendatang.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi pengembangan fasilitas kerja, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta optimalisasi sistem pendukung kegiatan perkantoran.

Pada sesi diskusi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Eem Nurmanah, menerima berbagai masukan yang disampaikan peserta magang. Dalam tanggapannya, ia menjelaskan bahwa tantangan organisasi tidak hanya berasal dari faktor internal seperti keterbatasan SDM, tetapi juga faktor eksternal, termasuk gangguan jaringan dan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, penerapan mitigasi risiko dalam transformasi digital menjadi hal penting guna memastikan keberlangsungan layanan dan kinerja organisasi. Setiap perubahan, kata dia, harus diantisipasi dengan perencanaan yang matang agar tidak menghambat pelaksanaan tugas maupun pelayanan kepada masyarakat.

Eem Nurmanah juga berharap program magang tidak hanya menjadi sarana memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga wadah untuk mempelajari nilai-nilai penting dalam birokrasi pemerintahan, seperti kepemimpinan, kedisiplinan, etika kerja, profesionalisme, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama magang dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta dalam memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pengabdian kepada masyarakat. Banyak hal yang masih perlu dibenahi dan dikembangkan di Kementerian Hukum Bali, sehingga masukan dari peserta magang menjadi bagian penting dalam proses perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan laporan akhir ini menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi atas pelaksanaan Program Magang Nasional Batch III. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara dunia pendidikan, peserta magang, dan Kementerian Hukum Bali dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Sumber: bali.kemenkum.go.id

author

    Related Articles

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *