Tandaglobal.news | Kediri – Kajian rutin Jumat di Masjid Jami Imam Baidhowi mengangkat tema tentang riddah (murtad) serta pentingnya menjaga keimanan hingga akhir hayat. Melalui kajian tersebut, jamaah diajak memahami berbagai hal yang dapat membatalkan keislaman agar senantiasa istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam, Jumat (17/7/2026).

Dalam kajian dijelaskan bahwa setiap Muslim memiliki kewajiban untuk beribadah kepada Allah SWT sekaligus menjaga keislamannya hingga akhir hayat.

Sebagaimana salat, puasa, dan wudu memiliki hal-hal yang membatalkannya, Islam juga memiliki perkara yang dapat membatalkan keimanan seseorang apabila dilakukan dengan sengaja.

Pemateri menyampaikan bahwa riddah merupakan keadaan seseorang yang keluar dari Islam karena keyakinan, ucapan, maupun perbuatan yang mengandung unsur kekufuran.

Para ulama menyebut riddah sebagai bentuk kekufuran yang paling berat karena seseorang meninggalkan hidayah Islam setelah sebelumnya memeluk agama Islam.

“Menjaga keimanan merupakan kewajiban setiap Muslim. Karena itu, kita harus berhati-hati dalam ucapan, keyakinan, maupun perbuatan agar tidak terjerumus pada hal-hal yang dapat membatalkan keislaman,” ujar pemateri dalam kajian.

Selain itu, dijelaskan pula bahwa salah satu dampak terbesar dari riddah adalah terhapusnya pahala amal saleh yang pernah dikerjakan apabila seseorang tidak bertaubat.

Oleh sebab itu, jamaah diingatkan untuk senantiasa memperkuat akidah, memperbanyak ibadah, serta memohon keteguhan hati kepada Allah SWT.

Materi kajian juga mengulas tiga bentuk riddah yang dikenal dalam kajian fikih, yaitu riddah i’tiqadiyah (melalui keyakinan), riddah fi’liyah (melalui perbuatan), dan riddah qauliyah (melalui ucapan).

Ketiga bentuk tersebut menjadi pengingat agar setiap Muslim senantiasa menjaga hati, lisan, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Pemateri juga mengajak jamaah untuk terus memperdalam ilmu agama sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di era modern.

Menurutnya, pemahaman agama yang benar akan menjadi benteng agar umat Islam tidak mudah terpengaruh oleh pemikiran yang dapat melemahkan akidah.

“Ilmu agama harus terus dipelajari agar kita mampu membedakan antara kebenaran dan penyimpangan, sehingga keimanan tetap terjaga hingga akhir hayat,” tambahnya.

Kajian Jumat di Masjid Jami Imam Baidhowi rutin diikuti masyarakat dari berbagai kalangan.

Melalui kegiatan tersebut, pengurus masjid berharap jamaah semakin memahami ajaran Islam secara benar serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh jamaah senantiasa diberikan keistiqamahan dalam menjaga iman, memperbanyak amal saleh, serta memperoleh perlindungan Allah SWT hingga akhir kehidupan.