GP Ansor Siap Kawal Swasembada Pangan Berkelanjutan

Ketua Umum GP Ansor Adin Jauharudin bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian untuk melaporkan pemanfaatan bantuan pemerintah dalam mendukung swasembada pangan.

Tandaglobalnews – Gerakan Pemuda (GP) Ansor melaporkan hasil pemanfaatan berbagai program bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan), mulai dari alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, hingga kerja sama pengembangan ekonomi pedesaan. Program tersebut dinilai berhasil meningkatkan aktivitas pertanian sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat di berbagai daerah.

Ketua Umum GP Ansor, Adin Jauharudin, mengatakan bantuan yang diberikan Kementan telah dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kader Ansor maupun masyarakat. Menurutnya, penggunaan traktor, benih, dan berbagai program pendukung lainnya telah mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di pedesaan sekaligus memperkuat sektor pertanian rakyat.

“Kami melaporkan soal apa yang selama ini sudah kita lakukan terkait pemanfaatan dan dampak dari traktor yang diberikan Kementan bagi Ansor dan masyarakat. Selain itu juga terkait kerja sama pengembangan ekonomi bersama Bulog dan pemanfaatan benih-benih yang diberikan oleh Kementan. Inti dari semua itu adalah luar biasa, telah memberikan dampak ekonomi yang terus berputar bagi para kader dan masyarakat,” ujar Adin saat menemui Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementan, Senin (15/6/2026).

Adin menjelaskan, manfaat bantuan tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Karena itu, GP Ansor terus mengajak kadernya untuk berperan aktif dalam pembangunan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.

“Kami memang konsentrasi untuk menumbuhkan pertanian di desa dan mendukung semua langkah-langkah Kementan terkait swasembada pangan,” katanya.

Kasatkornas Banser, Syafiq Sauqi, mengungkapkan bahwa bantuan alsintan dan benih dari Kementan telah dimanfaatkan kader Ansor hingga tingkat desa. Bantuan tersebut mempercepat proses pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi usaha tani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

“Beberapa kader kami sudah mendapatkan bantuan dari Pak Menteri berupa hand traktor, combine harvester, traktor dan beberapa benih hortikultura. Ini sangat membantu kegiatan ketahanan pangan kader kami di daerah, bahkan sudah menyentuh kader-kader di desa. Sehingga Ansor dalam hal ini ikut berperan dalam kegiatan swasembada pangan di daerah,” ujarnya.

Menurut Syafiq, setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan, tantangan selanjutnya adalah mempertahankan capaian tersebut secara berkelanjutan. Untuk itu, Ansor siap memperluas peran kadernya dalam mendukung program hilirisasi, hortikultura, dan perkebunan yang menjadi fokus pemerintah.

“Kami diminta untuk berperan aktif di kegiatan hilirisasi, hortikultura dan perkebunan yang sekarang menjadi fokus Pak Menteri, terutama komoditas-komoditas strategis seperti kopi, cokelat, kelapa, tebu dan lain sebagainya. Kami tentu bersemangat untuk membantu menjaga dan memperkuat swasembada pangan yang telah dicapai,” kata Syafiq.

Selain mendukung peningkatan produksi, GP Ansor juga siap memperkuat sumber daya manusia di sektor pertanian dengan mendorong kader-kadernya menjadi penggerak sekaligus penyuluh pertanian di tingkat desa. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyebaran teknologi, inovasi, dan pengetahuan pertanian kepada masyarakat.

“Kader-kader Ansor di desa-desa ini nantinya diharapkan menjadi penggerak penyuluh pertanian. Mereka bukan hanya pelaku usaha tani, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membantu masyarakat meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Adin.

Adin menilai keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan merupakan bukti nyata kebijakan yang berpihak kepada petani. Namun, menurutnya, capaian tersebut harus dijaga melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa.

“Satu kata saja, top. Apa yang selama ini menjadi harapan soal kapan kita swasembada dan berdaulat pangan mulai dibuktikan. Karena itu, pekerjaan menjaga swasembada pangan berkelanjutan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melibatkan semua komponen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti Ansor,” tegasnya.

Di tingkat petani, Syafiq mengatakan dampak kebijakan Kementan juga mulai dirasakan melalui stabilnya harga gabah, ketersediaan pupuk, dan semakin mudahnya akses terhadap benih. Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan semangat petani dalam berproduksi.

“Yang kami rasakan, senyum masyarakat hari ini. Masyarakat petani lebih berbahagia. Harga gabah terjaga dan naik, pupuk tersedia, dan benih mudah didapat. Ini yang dirasakan petani hari ini. Satu kata, mereka bahagia,” tutupnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi pemanfaatan bantuan pemerintah yang dinilai berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor pertanian hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kepemudaan yang memiliki jaringan kuat hingga ke tingkat desa.

Baca Juga  Amran Dukung Usulan Beraskita Premium Bulog

Jurnalis : Fitri Rahayu

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *