
TandaGlobalNews – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menyiapkan tahapan uji jalan atau road test untuk bahan bakar bensin dengan campuran bioetanol 20 persen (E20) sebelum penerapan mandatori yang direncanakan pada 2028.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) guna mempercepat pelaksanaan pengujian tersebut.
“Nah saya lagi minta asosiasi untuk ayo kita sama-sama uji langsung road test E20. Nah itu saya minta tim Gaikindo tuh. Kamu janji ya ayo kita secepatnya E20 uji road test-nya,” kata Eniya, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (17/6).
Sebelum masuk ke tahap penerapan E20, pemerintah saat ini masih berfokus pada implementasi bensin campuran bioetanol 5 persen (E5) yang ditargetkan mulai diberlakukan sebelum Desember 2026.
Program E5 tersebut menjadi langkah awal menuju peningkatan kadar campuran menjadi 10 persen (E10) pada awal 2027, sebelum akhirnya berlanjut ke penerapan E20 pada Januari 2028.
“Target kita kan intinya sebelum Desember sudah dimandatorikan dulu 5 persen karena Januari kan ngejar yang 10 persen gitu. 2028 baru yang Januari 2028 baru 20 persen gitu,” jelas Eniya.
Menurut Eniya, penerapan E5 saat ini tinggal menunggu terbitnya Keputusan Menteri (Kepmen) terkait alokasi volume bensin nabati. Sementara itu, regulasi mengenai pembebasan cukai telah lebih dahulu diterbitkan.
Lebih lanjut, Eniya menyebut kendaraan modern yang beredar saat ini diyakini mampu menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol hingga 30 persen. Pernyataan tersebut mengacu pada hasil kajian ilmiah yang pernah dipublikasikan, meski tidak dijelaskan secara rinci.
Meski demikian, pemerintah tetap akan melakukan pengujian secara bertahap dan terukur sebelum menentukan waktu implementasi untuk setiap tingkat campuran bioetanol.
“Saya yakin produk-produk mobil yang sekarang itu bisa sampai 30 persen. Itu di jurnal ada. Tapi saya yakin 30 persen itu gak masalah, cuma tahun berapa yang bisa E10, tahun berapa yang bisa E20, tahun berapa yang bisa sampai E30. Nah itu saya minta kemarin asosiasi untuk ayo kita segera road test,” ucap dia.