
Tandaglobalnews KEDIRI – Masyarakat Kabupaten Kediri diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun gas LPG 3 kilogram. Pemerintah memastikan stok kedua komoditas tersebut dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kepala Perum Bulog Cabang Kediri, Harisun, mengatakan stok beras yang saat ini dikuasai Bulog mencapai sekitar 104 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun bahkan beberapa bulan ke depan.
“Stok per hari ini sekitar 104 ribu ton. Sangat aman sampai akhir tahun, bahkan ketahanan dan ketersediaan stok cukup untuk 14 bulan ke depan,” ujar Harisun.
Menurutnya, stok tersebut juga mencakup beras SPHP yang saat ini terus disalurkan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. Bulog menetapkan harga beras SPHP sebesar Rp11.000 per kilogram di gudang, sedangkan harga yang diterima konsumen dapat menyesuaikan dengan biaya distribusi sesuai ketentuan yang berlaku.
Harisun menegaskan masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena pasokan beras dalam kondisi sangat mencukupi.
“Tidak perlu resah atau khawatir. Ketersediaan stok sangat cukup, apalagi sampai melakukan panic buying,” tegasnya.
Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi pada pasokan LPG subsidi 3 kilogram. Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan stok gas melon masih aman dan distribusinya berjalan normal di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyebut pemantauan distribusi terus dilakukan, termasuk di wilayah utara Kabupaten Kediri seperti Kecamatan Plemahan, Kunjang, dan Badas.
“Stok aman,” katanya singkat.
Terkait harga, Tutik menjelaskan LPG 3 kilogram yang dijual melalui pangkalan resmi masih mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan kondisi pasokan yang stabil, peluang terjadinya kenaikan harga secara signifikan dinilai sangat kecil.
“Dari pangkalan sesuai HET semua. Kalau kondisi stok aman, kemungkinan kecil ada kenaikan harga yang signifikan,” ujarnya.
Mengenai wacana penggantian LPG 3 kilogram dengan CNG Merah Putih yang sempat disampaikan pemerintah pusat, Tutik mengaku hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Kediri belum menerima arahan maupun melakukan persiapan khusus terkait rencana tersebut.
Dengan jaminan ketersediaan stok beras dan LPG yang mencukupi, masyarakat diharapkan tetap berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh isu kelangkaan yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim