
(Foto: Jan Virt/ World Climbing)
Tandaglobal.news | CHAMONIX – Tim panjat tebing Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis, Minggu (12/7). Indonesia sukses memborong dua medali emas dan satu medali perak dari nomor speed perorangan, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama panjat tebing dunia.
Dua medali emas Indonesia dipersembahkan oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi di sektor putri dan Veddriq Leonardo di sektor putra. Sementara satu medali perak diraih Antasyafi Robby Al Hilmi, sehingga Merah Putih membawa pulang tiga dari enam medali yang diperebutkan pada nomor speed.
Penampilan para atlet Indonesia tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga final. Mereka mampu mencatatkan waktu kompetitif untuk mengungguli para pesaing dari berbagai negara dan memastikan Indonesia kembali mendominasi disiplin speed.
Pada final putra, Indonesia bahkan memastikan gelar juara lebih awal setelah Veddriq Leonardo dan Antasyafi Robby Al Hilmi sama-sama melaju ke partai puncak. Duel sesama atlet Indonesia tersebut dimenangkan Veddriq yang mencatatkan waktu 4,89 detik, sedangkan Robby membukukan waktu 5,11 detik untuk mengamankan medali perak.
Di sektor putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu atlet speed terbaik dunia. Ia berhasil tampil konsisten sepanjang pertandingan hingga mengamankan medali emas bagi Indonesia.
Keberhasilan menyapu dua gelar juara sekaligus menjadi pencapaian penting bagi tim Indonesia pada seri Chamonix. Tambahan satu medali perak melengkapi hasil positif yang diraih skuad Merah Putih sekaligus menjadi modal berharga menghadapi seri-seri berikutnya dalam kalender World Climbing Series 2026.
Hasil di Chamonix juga memperpanjang tren positif panjat tebing Indonesia yang sepanjang musim ini terus tampil kompetitif pada berbagai seri dunia. Konsistensi tersebut menunjukkan pembinaan atlet nomor speed berjalan baik dan mampu menjaga daya saing Indonesia di tingkat internasional.
Kementerian Pemuda dan Olahraga turut menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Raihan dua medali emas dan satu medali perak di Chamonix diharapkan menjadi motivasi untuk mempertahankan performa sekaligus menambah koleksi prestasi pada kompetisi internasional berikutnya.