
Tandaglobal.news | Kediri – Khotbah Salat Jumat di Masjid Agung An-Nur Pare, Kabupaten Kediri, Jumat (10/7/2026), mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan ketakwaan sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan. Ketakwaan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga tercermin dalam perilaku jujur, amanah, bertanggung jawab, serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam khutbahnya, khatib menyampaikan bahwa salah satu bentuk ketakwaan yang sederhana namun bernilai besar adalah menyingkirkan duri, batu, atau benda lain di jalan yang berpotensi membahayakan orang lain. Tindakan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Khatib juga mengingatkan pentingnya menjaga sekaligus meningkatkan kualitas ketakwaan. Amal baik yang telah menjadi kebiasaan hendaknya terus dipertahankan dan ditingkatkan. Sebagai contoh, seseorang yang rutin bersedekah setiap Jumat dianjurkan untuk terus menjaga kebiasaan tersebut atau menambah nilai sedekahnya sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Allah menjanjikan kebahagiaan di dunia dan akhirat bagi orang-orang yang menjadikan takwa sebagai dasar dalam setiap langkah kehidupannya,” pesan khatib.
Selain membahas makna ketakwaan, khutbah juga mengulas hadis Rasulullah SAW riwayat Muslim mengenai tiga amalan yang pahalanya tetap mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh kepada kedua orang tuanya.
Dalam penjelasannya, sedekah jariyah merupakan amal yang dilakukan dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan pujian. Bahkan, sedekah yang diberikan ketika seseorang masih hidup dinilai lebih utama dibandingkan sedekah yang berasal dari harta warisan setelah ia wafat. Sementara itu, ilmu yang diajarkan dan terus diamalkan serta doa anak yang saleh akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi orang tuanya.
Khatib turut mengajak jamaah memanfaatkan setiap kesempatan selama masih diberikan umur dan kesehatan dengan memperbanyak amal saleh. Menurutnya, setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus, sekecil apa pun nilainya, akan menjadi bekal berharga di hadapan Allah SWT sekaligus memberikan manfaat bagi sesama.
Melalui khutbah tersebut, jamaah diajak untuk tidak hanya meningkatkan ibadah secara pribadi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial, memperbanyak sedekah, serta meninggalkan warisan kebaikan yang manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi berikutnya. Dengan demikian, kehidupan yang dijalani tidak hanya membawa keberkahan di dunia, tetapi juga menjadi bekal menuju kebahagiaan di akhirat.
Jurnalis: Maulana Rahmadha