
(Foto: Wildan Wahid Hasyim/Tandaglobal.news)
Tandaglobal.news | KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menggelar Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian (Gertek) 2026 di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, Gertek hadir dengan skala yang lebih besar sebagai wadah mempertemukan petani, pelaku usaha, akademisi, investor, hingga penyedia teknologi pertanian guna memperkuat sektor pertanian menuju swasembada pangan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung pada 6–12 Juli 2026 tersebut mengusung tema “Pertanian Modern untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan”. Sebanyak 77 peserta ambil bagian dalam pameran ini, terdiri atas 52 perusahaan bidang benih, pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian, dua lembaga perbankan, sembilan instansi pemerintah, serta 14 pelaku UMKM. Selain itu, sekitar 14.000 petani dari Kabupaten Kediri dan daerah sekitar dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan selama tujuh hari.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Muhammad Solikin, mengatakan Gertek bukan sekadar pameran teknologi pertanian, melainkan forum strategis yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pertanian.
“Melalui Gertek, kami ingin mempertemukan petani dengan perguruan tinggi, dunia usaha, industri pertanian, investor, dan berbagai pihak lainnya agar perkembangan teknologi terbaru dapat langsung diakses dan dimanfaatkan petani untuk meningkatkan produktivitas maupun kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Menurut Muhammad Solikin, salah satu tantangan terbesar sektor pertanian saat ini adalah semakin berkurangnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Berdasarkan Sensus Pertanian 2023, jumlah petani berusia di bawah 35 tahun di Kabupaten Kediri masih sangat kecil dan belum mencapai 10 persen dari total petani yang ada.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat.
“Anak muda masih banyak yang memandang pertanian sebagai pekerjaan yang identik dengan kerja keras, penghasilan rendah, dan minim teknologi. Padahal sekarang pertanian sudah memasuki era smart farming, pertanian presisi, penggunaan drone, kecerdasan buatan, hingga pemasaran digital. Pertanian masa depan adalah perpaduan ilmu pengetahuan, teknologi, kewirausahaan, dan inovasi,” jelasnya.
Untuk menarik minat generasi muda, Pemkab Kediri juga mengundang pelajar menghadiri Gertek meski masih dalam masa liburan sekolah. Langkah ini dilakukan agar generasi muda dapat mengenal perkembangan dunia pertanian modern sejak dini.
Selain menjadi ajang transfer teknologi, Gertek 2026 juga menampilkan berbagai inovasi melalui demplot pertanian, pameran produk, hingga demonstrasi alat dan mesin pertanian modern yang dapat menjadi referensi bagi petani dalam meningkatkan efisiensi usaha tani.

Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian, Pemkab Kediri terus mengalokasikan berbagai bantuan. Tahun ini, bantuan benih padi telah tersalurkan untuk lebih dari 4.000 hektare lahan. Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa traktor roda empat, rice transplanter, hingga traktor roda dua.
Di bidang infrastruktur pertanian, Pemkab Kediri melanjutkan pembangunan irigasi tanah dangkal, jaringan irigasi tersier, jalan usaha tani, pipanisasi, hingga dam parit guna mendukung produktivitas lahan pertanian.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Pertanian RI, Tommy Nugraha, menilai Kabupaten Kediri memiliki potensi pertanian yang sangat besar dan dapat terus ditingkatkan melalui pemanfaatan teknologi yang tepat.
“Kediri memiliki kemampuan dan potensi luar biasa di sektor pertanian. Tantangannya adalah bagaimana menjembatani kondisi lahan yang ada dengan teknologi yang tersedia sehingga mampu meningkatkan produksi dan produktivitas berbagai komoditas, baik jagung, padi, maupun tanaman hortikultura,” katanya.
Tommy Nugraha menambahkan, dukungan Kementerian Pertanian RI terhadap pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Kediri akan terus dilakukan melalui sinergi bersama pemerintah daerah.
“Kehadiran kami di Gertek merupakan salah satu bentuk dukungan Kementerian Pertanian kepada Kabupaten Kediri. Kami optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah akan semakin memperkuat sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan Gertek 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap sinergi antara petani, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan semakin kuat sehingga mampu mendorong peningkatan produksi pertanian sekaligus melahirkan generasi petani muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Jurnalis: Wildan Wahid Hasyim