
Tandaglobalnews Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri kian serius mendorong Bandara Internasional Dhoho menjadi embarkasi haji baru di Jawa Timur. Dengan dukungan infrastruktur yang terus dikebut dan berbagai fasilitas pendukung yang mulai disiapkan, pemkab optimistis layanan keberangkatan jemaah haji dapat beroperasi dari bandara tersebut mulai 2027.
Optimisme itu disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa usai mengikuti rapat koordinasi kesiapan embarkasi haji yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, di Asrama Haji Sukolilo Surabaya
Dalam rapat tersebut, Bandara Dhoho masuk dalam pembahasan sebagai salah satu calon embarkasi haji yang akan melayani sekitar 10 hingga 12 kabupaten/kota di kawasan Mataraman. Berbagai aspek kesiapan dibahas, mulai infrastruktur bandara, aksesibilitas, kebutuhan sumber daya manusia, skema operasional penerbangan, hingga mitigasi risiko.
Mbak Dewi menjelaskan, sejumlah infrastruktur penunjang saat ini terus dipersiapkan untuk mendukung operasional embarkasi. Tidak hanya akses menuju bandara melalui jalan nasional, provinsi, dan kabupaten, pembangunan jalan tol menuju Bandara Dhoho juga ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Selain konektivitas transportasi, kesiapan layanan kesehatan di sekitar kawasan bandara turut menjadi perhatian. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan dan keselamatan jemaah haji.
“Dalam jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Kediri bahkan menyiapkan lahan seluas 65 hektare yang berada sekitar satu kilometer dari Bandara Dhoho untuk mendukung pengembangan fasilitas pelayanan haji,” ujar Mbak Dewi.
Tak hanya itu, sektor akomodasi juga dinilai siap mendukung. Saat ini tersedia sekitar 10 hotel di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri dengan total kapasitas mencapai 748 kamar yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan jemaah maupun petugas haji.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa penambahan embarkasi baru harus didasarkan pada kesiapan yang matang. Menurutnya, aspek kenyamanan, keamanan, dan efisiensi pelayanan jemaah harus menjadi prioritas utama.
“Kesiapan sarana prasarana, SDM, regulasi, hingga simulasi operasional menjadi hal penting sebelum embarkasi baru mulai dioperasikan,” tegasnya.
Apabila seluruh persyaratan dapat dipenuhi sesuai target, Bandara Dhoho berpeluang menjadi pintu keberangkatan haji baru bagi masyarakat wilayah Mataraman. Kehadiran embarkasi tersebut diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan jemaah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan haji di Jawa Timur.
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim