Harga Cabai di Pasar Induk Pare Turun, Masyarakat Sambut Positif

Pintu masuk Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, yang menjadi pusat perdagangan komoditas sayur, buah, dan bahan pangan. Pasar ini menjadi salah satu lokasi distribusi utama cabai di wilayah Kediri dan sekitarnya. (Foto: TGN/Roni Ardiansyah)

Tandaglobal.news | KEDIRI – Harga sejumlah komoditas cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, mengalami penurunan pada akhir Juni 2026. Berdasarkan data Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri per 29 Juni 2026, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp16.000–Rp18.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp22.000–Rp24.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp29.000–Rp34.000 per kilogram.

Penurunan harga tersebut dipengaruhi meningkatnya pasokan cabai dari sejumlah daerah penghasil di Jawa Timur. Melimpahnya ketersediaan stok membuat distribusi ke Pasar Induk Pare berjalan lancar sehingga harga di tingkat pedagang berangsur turun dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Kondisi ini disambut positif oleh masyarakat. Sejumlah konsumen mengaku lebih lega karena harga cabai kini lebih terjangkau, sehingga mereka tidak lagi mengurangi jumlah pembelian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner skala kecil.

Meski mengalami penurunan, cabai rawit merah masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi dibandingkan jenis cabai lainnya. Pedagang menilai kondisi tersebut dipengaruhi tingginya permintaan cabai rawit, sementara pasokannya belum sebanyak cabai merah besar maupun cabai merah keriting.

Salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Pare, Darto, mengatakan turunnya harga membuat aktivitas jual beli mulai ramai kembali. Menurutnya, konsumen yang sebelumnya membeli dalam jumlah sedikit kini mulai kembali berbelanja sesuai kebutuhan.

“Sekarang pembeli mulai ramai lagi karena harga cabai sudah turun. Penjualan lebih lancar, tetapi keuntungan pedagang tidak sebesar sebelumnya karena harga jual ikut menyesuaikan. Yang penting barang tetap berputar dan pembeli kembali datang,” ujar Darto, Selasa (30/6/2026).

Darto menambahkan, harga cabai masih sangat bergantung pada kondisi panen dan kelancaran distribusi dari daerah pemasok. Apabila cuaca mendukung dan hasil panen tetap baik, harga diperkirakan akan bertahan pada kisaran saat ini. Namun, jika terjadi gangguan produksi atau distribusi, harga dapat kembali mengalami kenaikan.

Baca Juga  Kasus HIV di Kabupaten Kediri Terus Meningkat, Dinkes Catat 121 Kasus di Pertengahan Tahun 2026

Para pedagang berharap kondisi harga yang relatif stabil dapat terus dipertahankan agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Stabilitas harga juga dinilai penting untuk memberikan keuntungan yang seimbang bagi petani, pedagang, dan konsumen serta menjaga ketersediaan pasokan cabai di Pasar Induk Pare dalam beberapa waktu ke depan.


Jurnalis: Roni Ardiansyah

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *