Pelaku UMKM Kediri Nilai CNG Layak untuk Usaha Permanen, LPG Masih Unggul bagi Pedagang Keliling

Pelaku UMKM menilai penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) berpotensi diterapkan pada usaha dengan lokasi permanen, sementara LPG dinilai masih lebih sesuai untuk pedagang keliling karena lebih praktis dan fleksibel. (Foto: TGN/Eka Putri Maryani)

Tandaglobal.news | Kediri – Wacana konversi penggunaan LPG ke Compressed Natural Gas (CNG) mulai menarik perhatian pelaku usaha kecil di wilayah pedesaan hingga kecamatan. Di wilayah Sidorejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, seorang pelaku usaha yang akrab disapa Ndang menyampaikan pandangannya terkait rencana tersebut dalam aktivitas usahanya sehari-hari.

Ndang mengaku penggunaan LPG sangat vital bagi keberlangsungan usahanya. Ia menyebut kebutuhan gas cukup tinggi karena aktivitas memasak dilakukan setiap hari untuk melayani pelanggan.

“Ya sangat penting, orang tiap hari saya pakai dua tabung,” ungkap Ndang saat dimintai keterangan terkait pemakaian LPG dalam usahanya.

Usaha yang dijalankan Ndang diketahui memiliki beberapa titik layanan. Ia menyebut dirinya mengelola dua cabang usaha yang tersebar di lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Pare.

Terkait rencana konversi dari LPG ke CNG, Ndang mengaku sudah pernah mendengar informasi tersebut meski belum mengetahui secara detail mekanismenya.

“Ada dengar, ada dengar ya,” katanya menanggapi isu yang mulai berkembang di masyarakat.

Meski terbuka terhadap perubahan energi, Ndang menilai penggunaan CNG lebih cocok untuk sektor rumah tangga atau usaha yang memiliki lokasi permanen. Sementara untuk pedagang yang berpindah-pindah, menurutnya LPG masih lebih sesuai karena fleksibilitasnya.

Ia menegaskan bahwa karakter usaha menjadi pertimbangan penting dalam menentukan jenis energi yang digunakan. Menurutnya, pedagang keliling atau usaha non-permanen akan lebih sulit menyesuaikan diri dengan sistem distribusi CNG.

Ndang juga membagikan pengalamannya saat berada di Kalimantan Utara, di mana ia pernah menggunakan gas alam secara langsung untuk kebutuhan rumah tangga. Pengalaman itu membuatnya memahami potensi CNG, meski menurutnya penerapan di sektor usaha perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Baca Juga  Kapolda Jatim Cup 2026, Kapolres Kediri Kota Raih Juara III Kategori Presisi Executive Lomba Menembak

Dengan adanya wacana transisi energi ini, pelaku UMKM seperti Ndang berharap kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan kebutuhan dan karakter usaha di lapangan, sehingga perubahan energi dapat berjalan efektif tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Kediri.


Jurnalis: Eka Putri Maryani

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *