Perbaikan Jembatan Kali Ombo: Keluhan dan Harapan Warga serta Penarik Becak Sekitar

Ali, penarik becak di sekitar Jembatan Kali Ombo, menunggu penumpang di tengah penutupan akses akibat proyek renovasi yang berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar. (Dok. Fitri Rahayu / Tandaglobalnews)

​Tandaglobalnews KALI OMBO – Proyek renovasi Jembatan Kali Ombo yang tengah berlangsung membawa dampak yang cukup signifikan bagi mobilitas dan perekonomian warga sekitar, khususnya para pekerja sektor informal seperti penarik becak.

​Ali, seorang warga asli Tulungagung yang sehari-harinya bekerja sebagai penarik becak dan kerap bermalam di sekitar area jembatan, membagikan ceritanya mengenai situasi di lapangan. Bagi Ali, Jembatan Kali Ombo merupakan jalur utama yang sangat krusial bagi sumber penghidupannya.

​Sejak jembatan ini ditutup untuk proses renovasi, Ali mengaku mengalami penurunan pendapatan yang drastis.

​”Saya keluh kesah karena untuk makan saja sulit, Mbak. Penghasilan ini saja satu hari tidak narik (karena jembatan ditutup),” ujar Ali.

​Menurutnya, area di sekitar jembatan tersebut merupakan pangkalan utamanya untuk mencari penumpang, terutama mereka yang turun dari bus arah Surabaya yang biasa berbelok melintasi jalur tersebut. Akibat penutupan ini, Ali harus memutar jalan hingga sejauh 4 kilometer demi mencari penumpang, yang justru mempertinggi pengeluaran bahan bakarnya tanpa adanya kepastian pendapatan.

​Selain berdampak pada mata pencaharian, Ali yang sering berada di lokasi pada malam hari juga kerap menjadi tempat bertanya bagi para pengguna jalan atau masyarakat yang kebingungan mencari jalur alternatif, terutama pada jam-jam sibuk di malam hari.

​Urgensi Perbaikan dan Target Penyelesaian

​Meski sempat menilai kondisi fisik jembatan sebenarnya masih mampu bertahan hingga 5 tahun ke depan, Ali tidak menampik bahwa struktur jembatan memang sudah selayaknya diperbaiki demi keamanan jangka panjang. Ia menceritakan bahwa sebelum dibongkar, sempat ada pengecekan menggunakan alat berat yang getarannya cukup terasa pada struktur tanah jembatan. Proses pembongkaran aspal sendiri sudah dimulai sejak sekitar satu bulan yang lalu, tepatnya pada akhir pekan di waktu malam.

Baca Juga  Harga Sapi Kurban Naik, Minat Pembeli Tetap Tinggi

​Berdasarkan informasi spanduk proyek yang terpasang di lokasi, proyek renovasi Jembatan Kali Ombo ini dijadwalkan akan selesai pada tanggal 11 Desember 2026.

​Harapan Warga untuk Jembatan Baru

​Meskipun harus menghadapi masa-masa sulit selama proses konstruksi, Ali mengaku tetap merasa senang dan mendukung adanya perbaikan ini. Ia berharap setelah renovasi ini rampung sepenuhnya, jembatan baru dapat berfungsi optimal dan bebas dari hambatan setidaknya hingga 50 tahun ke depan.

​Masyarakat berharap pengerjaan proyek dapat berjalan tepat waktu agar aktivitas perekonomian dan lalu lintas warga yang sempat tersendat bisa segera kembali normal menjelang pergantian tahun baru 2027.

Jurnalis : Fitri Rahayu

administrator
Media Berita Online | Menyampaikan Berita Terkini - Aktual - Terpercaya

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *