Pasar Murah di Singosari Sediakan Sembako Murah, Khofifah dan Sanusi Pantau Distribusi Biosolar

Tandaglobal.news | MALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan memperkuat daya beli masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Halaman Pentingan Sari Waterpark, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (28/6/2026), mendapat antusiasme dari warga yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli sembako dengan harga lebih terjangkau.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang M. Sanusi hadir meninjau langsung pelaksanaan Pasar Murah ke-77 Tahun 2026 tersebut. Kehadiran keduanya sekaligus memastikan program stabilisasi harga pangan berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Berbagai kebutuhan pokok disiapkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, hingga sejumlah komoditas lainnya dengan harga bersubsidi. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, pasar murah juga menjadi ruang promosi bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang turut meramaikan kegiatan.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian warga adalah telur ayam ras yang dijual seharga Rp20.000 per kilogram. Harga tersebut tercantum pada stan pasar murah dan menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat.

Program pasar murah menjadi salah satu instrumen yang terus dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Langkah tersebut juga diharapkan mampu membantu mengendalikan inflasi sekaligus memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia di masyarakat.

Usai meninjau pasar murah, Khofifah bersama Sanusi melanjutkan kunjungan ke SPBU Karanglo. Peninjauan dilakukan untuk memastikan distribusi Biosolar bersubsidi berjalan lancar serta ketersediaan stok tetap aman bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pasokan Biosolar di SPBU tersebut dilaporkan telah kembali stabil. Kondisi itu sejalan dengan upaya PT Pertamina Patra Niaga yang dalam beberapa hari terakhir mempercepat distribusi BBM subsidi di Jawa Timur melalui penambahan armada mobil tangki, pengiriman dari terminal BBM, serta penerapan skema double alih suplai guna mengurai antrean di sejumlah SPBU.

Baca Juga  Libur Sekolah Dongkrak Kunjungan Wisata dan Omzet UMKM di Taman Kemesraan Pujon

Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya permintaan BBM subsidi di berbagai daerah. Hingga Juni 2026, realisasi penyaluran Biosolar di Jawa Timur dilaporkan telah melampaui 100 persen dari kuota berjalan, sehingga percepatan distribusi terus dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan.

Melalui peninjauan pasar murah dan distribusi Biosolar, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Malang berupaya memastikan kebutuhan pokok maupun energi tetap tersedia sehingga aktivitas masyarakat dan roda perekonomian dapat berjalan dengan baik.

Sumber: malangkab.go.id dan PT Pertamina Patra Niaga.

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *