
Tandaglobal.news | KEDIRI – Sabtu, 27 Juni 2026 – Tren penjualan sepeda listrik di Kabupaten Kediri menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Selain dinilai lebih hemat biaya operasional, sepeda listrik juga semakin diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga orang dewasa, terutama menjelang tahun ajaran baru.
Di kawasan Gurah, salah satu penjual sepeda listrik, Satria, mengatakan penjualan terus mengalami kenaikan dari bulan ke bulan. Menurutnya, masyarakat mulai beralih ke kendaraan listrik karena lebih praktis dan ekonomis dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak. “Penjualan sepeda listrik… dari bulan ke bulan meningkat, Mbak,” ujarnya.
Satria menjelaskan, salah satu keunggulan sepeda listrik adalah biaya operasional yang sangat murah serta ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi. “Dikarenakan sepeda listrik itu memang bebas polusi ya, Mbak… irit-irit ya. Intinya Rp2.000 sudah bisa 15 kilo sampai 40 kilo lah,” katanya.
Selain hemat, sepeda listrik juga dinilai awet apabila dirawat dengan benar. Satria menuturkan bahwa kunci utama perawatan terletak pada cara pengisian daya baterai yang tepat. Ia juga menegaskan sepeda listrik aman digunakan saat hujan maupun dicuci, selama tidak terendam air. “Kena hujan enggak apa-apa, Mbak… Yang enggak boleh, itu direndam,” jelasnya.
Menurut Satria, pengguna sepeda listrik kini semakin beragam. Jika dahulu didominasi anak-anak dan ibu rumah tangga, kini hampir semua kelompok usia menggunakannya. Ia menambahkan harga sepeda listrik pun cukup bervariasi, mulai di bawah Rp3 juta hingga di atas Rp3 juta, tergantung merek dan model. Di tokonya di kawasan Gurah, merek Pasific menjadi salah satu yang paling diminati karena dinilai nyaman dan kuat saat melintasi tanjakan.
Sementara itu, di kawasan Pare, penjual sepeda listrik Dewi juga mengungkapkan bahwa penjualan sepeda listrik mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, momentum kenaikan kelas sekolah menjadi salah satu faktor utama meningkatnya permintaan. “Lek untuk bulan-bulan ini kebetulan kan lagi kenaikan kelas. Jadi banyak yang cari sepeda listrik emang,” ungkapnya.
Dewi menambahkan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut mendorong masyarakat beralih ke sepeda listrik sebagai alternatif transportasi yang lebih hemat. Ia mengatakan kendaraan ini kini digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, hingga orang tua untuk aktivitas jarak dekat. “Semua kalangan. Biasanya yang cari mulai dari anak-anak, mungkin di SMP, SD naik ke SMP, atau mungkin buat orang dewasa, jarak-jarak dekat gitu bisa,” tuturnya.
Dari sisi perawatan, Dewi menjelaskan sepeda listrik tergolong mudah dirawat karena tidak memerlukan penggantian oli seperti kendaraan konvensional. Pengguna hanya perlu rutin mengisi daya baterai dan menjaga tekanan angin ban. Ia juga menjelaskan bahwa daya tahan baterai bergantung pada jenisnya, di mana baterai SLA umumnya bertahan sekitar 1 hingga 1,5 tahun, sedangkan baterai lithium dapat digunakan lebih dari dua tahun dengan harga yang lebih tinggi.
Melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat, Satria berharap pemerintah dapat memberikan dukungan terhadap perkembangan kendaraan listrik, termasuk memberikan ruang penggunaan yang lebih luas dengan tetap mengutamakan keselamatan. “Ya dukungan buat sepeda listrik ya… bolehlah ke kota tapi harus pakai helm,” pungkasnya.
Jurnalis : Eka Putri Maryani