
(Foto: Dok.TGN/Fitri Rahayu)
Tandaglobal.news | Kediri — Keberadaan objek wisata Sendang Kahuripan Rau-Rau yang berada di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Salah seorang warga setempat mengaku telah merasakan langsung manfaat tersebut dengan menggantungkan mata pencahariannya di kawasan wisata ini selama kurang lebih tujuh tahun.
Sebagai warga asli Desa Plaosan, ia mengungkapkan bahwa keberadaan Sendang Kahuripan Rau-Rau sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidupnya. Kawasan wisata tersebut kini menjadi tumpuan utama untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.
“Sangat berpengaruh banget, karena ini jadi mata pencarian utama,” ujarnya saat ditemui di lapak dagangannya, Jumat (26/6).
Di warung miliknya, tersedia berbagai kebutuhan yang banyak dicari para pengunjung, mulai dari makanan, minuman, hingga pakan ikan. Menu seperti pecel, mi instan, kopi, dan aneka es menjadi produk yang paling sering dibeli wisatawan.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Pakan ikan dijual seharga Rp1.000 per bungkus. Sementara itu, minuman seperti kopi dibanderol sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000, sedangkan aneka es dijual dengan harga Rp3.000 sampai Rp5.000.
Menurut penuturannya, jumlah kunjungan wisatawan ke Sendang Kahuripan Rau-Rau biasanya meningkat drastis saat akhir pekan, terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Hari Minggu menjadi puncak keramaian yang berdampak langsung terhadap peningkatan omzet penjualannya. Sebaliknya, pada hari-hari biasa kondisi wisata cenderung lebih sepi sehingga para pedagang harus lebih sabar menunggu pembeli.
Saat disinggung mengenai perkembangan omzet dari tahun ke tahun, ia mengaku pendapatan yang diperoleh tidak menentu dan mengalami pasang surut. Ia juga merasakan adanya penurunan jumlah pengunjung jika dibandingkan dengan masa awal objek wisata tersebut dibuka pada tahun 2018.
“Jualan itu pasti ada pasang surutnya, tidak bisa dipastikan selalu berkembang. Apalagi sejak setelah masa Covid-19 kemarin, kunjungan ke sini agak sedikit menurun. Padahal waktu awal-awal buka tahun 2018 dulu ramainya luar biasa,” kenangnya.
Selama tujuh tahun menjalankan usahanya, ia mengaku menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Mulai dari pembeli yang berutang, cuaca ekstrem seperti angin kencang, hingga tantangan mental karena harus berjualan di bawah pohon-pohon besar yang rindang.
Warung miliknya setiap hari mulai beroperasi sejak pukul 10.00 WIB hingga menjelang waktu magrib. Meski menghadapi berbagai tantangan, ia tetap berharap kawasan wisata Sendang Kahuripan Rau-Rau dapat kembali dipadati pengunjung sehingga aktivitas ekonomi para pedagang ikut kembali bergairah.
“Harapannya ya semoga ke depan dagangan bisa makin lancar, tempat wisata ini bisa kembali ramai dikunjungi, dan usaha ini bisa terus berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Penulis: Fitri Rahayu