PPDB 2026/2027 di Sabilul Huda Pranggang Masih Berlangsung, Peminat SMP Menurun karena Persaingan Sekolah

Ketua Yayasan Sabilul Huda memberikan keterangan terkait pelaksanaan PPDB 2026/2027 di Pranggang, Kediri yang masih berlangsung. (dok.Maulana Rahmadha / Tandaglobalnews)

Tandaglobal.news | Kediri – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027 di lingkungan TK Islam Plus Sabilul Huda, SDIT Sabilul Huda, dan SMP Islam Sabilul Huda, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, masih berlangsung hingga akhir Juni 2026. Pendaftaran belum ditutup karena kuota siswa yang ditargetkan masih belum terpenuhi sepenuhnya.

Ketua Yayasan Sabilul Huda, Syahrul Munir, mengatakan bahwa secara umum grafik penerimaan siswa baru tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, jumlah pendaftar masih berada pada kategori standar sebagaimana tahun ajaran sebelumnya.

Pada masing-masing jenjang pendidikan, terdapat perbedaan tren jumlah pendaftar. Jenjang Taman Kanak-kanak (TK) mengalami peningkatan minat, sementara jumlah pendaftar di tingkat Sekolah Dasar (SD) relatif stabil. Namun, pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), jumlah pendaftar tercatat mengalami penurunan.

Syahrul menjelaskan, menurunnya minat masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke SMP Islam Sabilul Huda dipengaruhi oleh ketatnya persaingan antar lembaga pendidikan di wilayah sekitar. Keberadaan sejumlah sekolah lain dengan jarak yang cukup berdekatan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pilihan calon peserta didik.

“Untuk SMP memang turun. Salah satu faktornya karena persaingan sekolah cukup ketat. Di sekitar sini ada banyak sekolah lain yang jaraknya berdekatan, sekitar 500 sampai 600 meter,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Ia menambahkan, baik jenjang SD maupun SMP pada tahun ajaran ini hanya menargetkan pembukaan minimal satu rombongan belajar baru. Saat ini, kapasitas setiap kelas berkisar antara 15 hingga 20 siswa, dan pihak sekolah tetap optimistis target tersebut dapat tercapai karena proses pendaftaran masih dibuka.

Dalam upaya menarik minat masyarakat, khususnya pada jenjang SD, Yayasan Sabilul Huda terus mengedepankan program unggulan berbasis pendidikan agama Islam. Salah satu program yang menjadi andalan adalah tahfidz Al-Qur’an, yang didukung dengan pembiasaan membaca surah-surah pilihan seperti Al-Mulk, Yasin, dan Al-Waqi’ah sebagai bagian dari pembentukan karakter religius peserta didik.

Baca Juga  SMAN 1 Puncu Gelar In House Training, Perkuat Kompetensi Guru dalam Penyusunan Asesmen Inovatif

Selain mempertahankan program unggulan tersebut, pihak yayasan juga menyiapkan sejumlah inovasi dalam sistem pembelajaran untuk tahun ajaran 2026/2027. Salah satunya adalah penambahan durasi kegiatan belajar mengajar, dari sebelumnya berakhir pukul 14.00 menjadi pukul 15.00, guna memberikan ruang yang lebih optimal bagi penguatan materi akademik dan pendidikan keagamaan.

“Kami ingin ada keseimbangan antara pelajaran umum dengan pendidikan mengaji, sehingga anak-anak bisa mendapatkan keduanya secara maksimal,” tutur Syahrul. Saat ini, Yayasan Sabilul Huda didukung sekitar 30 tenaga pendidik yang menangani seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP, dengan harapan minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di Sabilul Huda terus meningkat pada tahun ajaran baru ini.

Jurnalis : Maulana Rahmdha

administrator
Media Berita Online | Menyampaikan Berita Terkini - Aktual - Terpercaya

    Artikel Terkait

    1Komentar

    Avarage Rating:
    • 0 / 10
    • Ahmad , 24 Juni 2026 @ 19:39

      Go go go sabilul huda.. menuju kejayaan💪

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *