Harga Bawang Merah Turun di Pasar Wates, Bawang Putih Justru Naik

Harga bawang merah di Pasar Wates Kediri turun ke Rp35.000 per kg, sementara bawang putih naik menjadi Rp38.000 per kg. (Foto: Dok.TGN/Intan Nur Aini)

Tandaglobal.news | KEDIRI – Pergerakan harga sejumlah komoditas sayuran dan bumbu dapur masih terjadi di Pasar Wates, Kabupaten Kediri. Harga bawang merah yang sebelumnya sempat menembus Rp50.000 per kilogram kini mengalami penurunan, sementara bawang putih justru mengalami kenaikan harga, Selasa (23/6/2026).

Salah seorang pedagang di sekitar Pasar Wates, Murni, mengatakan harga bawang merah saat ini dijual secara eceran sekitar Rp35.000 per kilogram. Harga tersebut turun cukup signifikan dibandingkan beberapa waktu lalu yang sempat mencapai Rp50.000 per kilogram.

“Kemarin bawang merah sempat sampai Rp50.000 per kilogram, sekarang sudah turun lagi menjadi sekitar Rp35.000 per kilogram,” ujar Murni.

Berbeda dengan bawang merah, harga bawang putih justru mengalami kenaikan. Saat ini, bawang putih dijual dengan harga sekitar Rp38.000 per kilogram di tingkat pedagang eceran.

Sementara itu, harga cabai relatif stabil dan masih bertahan di kisaran Rp35.000 per kilogram. Untuk komoditas sayuran hijau, seperti bayam, dijual dengan harga sekitar Rp8.000 per kilogram, yang dinilai cukup terjangkau oleh sebagian pembeli.

Murni menjelaskan bahwa fluktuasi harga bahan pangan di pasar merupakan hal yang biasa terjadi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya kondisi pasar. Ketika aktivitas jual beli cenderung sepi, harga komoditas biasanya ikut mengalami penurunan.

Selain itu, kenaikan harga juga kerap terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan maupun momen tertentu di masyarakat. Menurutnya, permintaan yang meningkat saat menjelang Megengan, Idulfitri, maupun musim hajatan dan syukuran menjadi pemicu utama melonjaknya harga sejumlah kebutuhan dapur.

“Kalau mendekati hari besar seperti Megengan, Lebaran, atau banyak acara mantenan, biasanya harga kebutuhan dapur naik cukup tinggi karena permintaan masyarakat meningkat,” jelasnya.

Para pedagang berharap harga bahan pangan dapat tetap stabil sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga  Terapi Psikoreligi: Pengajian Rutin Jadi Kunci Pemulihan Pasien Gangguan Jiwa di Panti Syifaul Qolbi

Jurnalis: Intan Nur Aini

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *