
(Foto: Dok.TGN/Eka Putri Maryani)
Tandaglobal.news | Kediri, (22/06/2026) – Pemadaman listrik tak lagi sekadar gangguan, tetapi mulai menggerus usaha kecil. Pedagang frozen food menjadi salah satu yang paling terdampak: stok cepat basi, pesanan terganggu, hingga kerugian tak terhindarkan.
Nadia, penjual makanan beku, mengungkapkan usahanya sepenuhnya bergantung pada pasokan listrik untuk menjaga kualitas produk.
“Kalau listrik padam, produk jadi cepat basi,” ujarnya.
Ia menyebut, sebagian stok mengalami penurunan kualitas, bahkan ada yang tidak bisa lagi dijual kepada konsumen.
“Ada produk yang kualitasnya turun, bahkan tidak bisa dijual lagi,” katanya.
Selain memengaruhi kualitas barang, pemadaman listrik juga menimbulkan kerugian finansial. Dalam satu periode pemadaman, Nadia memperkirakan kerugiannya mencapai sekitar Rp100 ribu.
“Sekitar Rp100.000 kerugian yang saya alami,” ungkapnya.
Gangguan listrik juga berdampak pada pelayanan kepada pelanggan. Sejumlah pesanan diketahui mengalami keterlambatan, bahkan ada yang batal karena kondisi produk yang tidak memungkinkan.
“Ada pesanan yang tertunda, bahkan batal,” ujarnya.
Untuk meminimalkan kerusakan produk, Nadia berupaya menjaga suhu dingin secara manual. Salah satu langkah yang dilakukan adalah merendam produk dalam kondisi bersuhu dingin agar kualitasnya tetap terjaga selama listrik belum kembali normal.
“Biasanya direndam di suhu dingin supaya tetap bertahan,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemadaman listrik tidak hanya berdampak pada aktivitas rumah tangga, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan usaha kecil yang mengandalkan sistem pendingin. Tanpa pasokan listrik yang stabil, risiko kerugian akan terus berulang dan mengganggu pelayanan kepada pelanggan.
Tidak hanya pedagang frozen food, kondisi serupa berpotensi dialami pelaku usaha lain yang bergantung pada rantai dingin, seperti penjual es krim, daging, dan produk olahan beku. Jika pemadaman terus terjadi, dampaknya bisa meluas pada distribusi dan kualitas produk di pasaran.
Para pelaku usaha berharap pasokan listrik dapat lebih stabil agar aktivitas usaha tetap berjalan normal dan kerugian tidak terus berulang.
Jurnalis: Eka Putri Maryani