Ini Fakta Soal Cas HP hingga 100 Persen

Pengisian daya hingga 100 persen bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kesehatan baterai ponsel ( DOK:CNN Indonesia)

Tandaglobalnews Jakarta Minggu, 21 Juni 2026 Mengisi daya baterai ponsel hingga 100 persen masih menjadi kebiasaan banyak pengguna. Namun, beredar anggapan bahwa pengisian penuh dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai. Lalu, benarkah kebiasaan tersebut berdampak buruk?

Kesehatan baterai atau battery health menjadi salah satu aspek penting yang diperhatikan pengguna saat memilih maupun menggunakan smartphone. Seiring waktu, kapasitas dan daya tahan baterai memang akan mengalami penurunan sehingga diperlukan pola penggunaan dan pengisian daya yang tepat untuk memperpanjang usia pakainya.

Mengutip Android Authority, salah satu mitos yang masih banyak dipercaya adalah baterai harus dikosongkan hingga habis sebelum kembali diisi sampai penuh. Cara tersebut sebenarnya tidak lagi relevan untuk baterai lithium-ion yang digunakan pada sebagian besar ponsel modern.

Dalam penjelasannya disebutkan bahwa mengisi daya hingga 100 persen kemudian membiarkan baterai habis total secara berulang tidak disarankan. Saat kapasitas baterai mendekati 70 persen, proses pengisian mulai melambat dan arus listrik dikurangi secara bertahap hingga mencapai kapasitas maksimum.

Pada rentang pengisian 70 hingga 100 persen, tegangan listrik yang diterima baterai menjadi lebih tinggi. Kondisi inilah yang diyakini dapat meningkatkan tekanan pada baterai sehingga dalam jangka panjang berpotensi mempercepat penurunan kapasitasnya.

Sebaliknya, menjaga baterai berada pada kisaran 30 hingga 70 atau 80 persen dinilai dapat mengurangi beban kerja baterai dan membantu memperpanjang usia pakainya.

Meski demikian, mengutip CNET, kesehatan baterai tidak hanya ditentukan oleh persentase pengisian daya. Faktor lain seperti suhu perangkat, tegangan listrik, dan pola penggunaan sehari-hari juga memiliki pengaruh besar.

Membiarkan baterai berada pada kondisi penuh dalam waktu lama memang dapat meningkatkan tekanan akibat tegangan tinggi. Namun, ancaman terbesar bagi baterai justru berasal dari panas berlebih.

Suhu perangkat dapat meningkat ketika ponsel diisi daya sambil menjalankan aplikasi berat, seperti bermain gim atau mengedit video. Kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan performa dan umur baterai.

Sejumlah produsen smartphone kini juga telah menghadirkan fitur Battery Protect atau pembatas pengisian daya hingga sekitar 80 persen. Fitur ini dirancang untuk mengurangi tekanan pada baterai sehingga kesehatannya dapat bertahan lebih lama.

Dengan demikian, mengisi daya hingga 100 persen memang dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan kapasitas baterai. Namun, suhu perangkat, kebiasaan penggunaan, dan pola pengisian daya tetap menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *