
Tandaglobalnews | JAKARTA, — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara tegas menegaskan sikapnya bahwa Presiden Prabowo Subianto bukanlah musuh, melainkan sahabat dekatnya. Pernyataan ini ia sampaikan dalam pidato peresmian hasil renovasi Istana Gebang dan pemasangan patung Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, pada hari Senin, 15 Juni 2026.
Megawati menjelaskan bahwa sikap kritis yang sering disampaikan oleh partainya terhadap jalannya pemerintahan merupakan bagian dari tugas dan dinamika demokrasi, bukan tanda adanya perseteruan pribadi. Sebagai bukti nyata kedekatan hubungan mereka, ia menunjuk momen peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 lalu, ketika keduanya terlihat berjalan berdampingan, bergandengan tangan, dan bercengkrama dengan akrab di hadapan publik.
“Saya dan Pak Prabowo menjalin hubungan persahabatan yang baik. Persahabatan itu tetap terjaga, meskipun dalam dunia politik kami bisa memiliki pandangan berbeda untuk menjaga berjalannya sistem demokrasi. Saya bukan musuhnya; dia adalah teman saya sendiri. Jangan mudah percaya pada pihak yang sengaja menyebarkan isu dan berusaha membenturkan kami berdua, tegasnya.
Ia juga memperingatkan masyarakat agar tidak terpancing oleh narasi yang memecah belah, mengingat Negara Kesatuan Republik Indonesia telah memiliki aturan hukum dan tata cara berpolitik yang jelas serta teratur.
Selain membahas hubungan politik, Megawati menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi kenaikan harga kebutuhan pangan yang terjadi belakangan ini dan nasib para petani di berbagai daerah. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menerapkan ajaran Marhaenisme warisan Bung Karno, agar petani dapat menjadi lebih mandiri, sejahtera, dan bangsa ini benar-benar mencapai kedaulatan pangan yang sesungguhnya.
Jurnalis : Maulana Rahmadha