Viral Oknum Diduga Minta Turunkan Kualitas Roti Anak

Ilustrasi percakapan pemesanan roti melalui aplikasi pesan instan.(AI/Chat GPT)

TandaGlobalNews JAKARTA – Warganet di platform Threads dihebohkan oleh unggahan seorang pemilik usaha roti yang membagikan pengalaman saat berkomunikasi dengan calon pembeli yang diduga merupakan oknum dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Serang.

Unggahan tersebut viral setelah menampilkan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang memperlihatkan permintaan pemesanan roti burger dalam jumlah besar, yakni sekitar 1.800 buah per hari untuk sebuah kegiatan.

Namun, perhatian publik tertuju pada dugaan permintaan yang dinilai tidak wajar. Dalam percakapan tersebut, oknum itu disebut meminta harga roti diturunkan menjadi Rp1.500 per buah dengan cara memperkecil ukuran atau menggunakan bahan baku yang lebih murah. Meski demikian, harga yang dicantumkan dalam nota pembelian diminta tetap Rp3.000 per buah.

Permintaan tersebut ditolak oleh penjual. Dalam balasannya, penjual menyatakan tidak bersedia menurunkan kualitas produk yang nantinya akan dikonsumsi anak-anak.

“Saya yang ga tega jualnya kalau gitu, apalagi buat dimakan anak-anak nantinya. Cari vendor lain aja teh,” tulis penjual dalam percakapan yang diunggah.

Menurut pengakuan pemilik usaha, oknum tersebut sempat menghapus sejumlah pesan sebelumnya dan kembali menghubungi pada hari berikutnya dengan menawarkan pemesanan 70 buah roti seharga Rp1.700 per buah. Karena tetap tidak mencapai kesepakatan, penjual akhirnya memutuskan untuk memblokir nomor tersebut.

Unggahan itu kemudian memicu ribuan komentar dari warganet yang mengecam dugaan praktik mark-up dan penurunan kualitas produk yang diperuntukkan bagi anak-anak. Banyak pengguna media sosial menyayangkan jika dugaan tersebut benar terjadi, mengingat program pemenuhan gizi seharusnya mengutamakan kualitas dan kepentingan penerima manfaat.

Melalui pembaruan unggahannya, pemilik akun menyampaikan bahwa identitas lengkap pihak yang dimaksud belum dapat dipublikasikan karena kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran dugaan yang beredar di media sosial tersebut.

Sumber: IG @psnews_bekasi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *