
Tandaglobalnews KEDIRI – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri terus menunjukkan progres positif. Hingga 7 Juni 2026, pembangunan sekolah yang diproyeksikan menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu tersebut telah mencapai 85,06 persen.
Capaian tersebut menjadikan pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri masih berada di posisi teratas secara nasional dalam hal progres pengerjaan.
Site Operational Manager (SOM) pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri, Marantika Sugiarto, mengatakan saat ini pekerjaan difokuskan pada percepatan penyelesaian seluruh bangunan dan fasilitas pendukung.
“Secara umum saat ini dilakukan percepatan di seluruh massa bangunan, termasuk penyempurnaan area landscape, fasilitas ibadah, dan gedung penunjang,” ujarnya.
Meski mengejar target penyelesaian, pihak pelaksana memastikan kualitas pembangunan tetap menjadi prioritas utama.
“Saat ini kita masih peringkat satu. Bismillah semoga tetap berada di peringkat atas dengan tetap menjaga mutu,” tambah Marantika.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial juga terus mematangkan persiapan operasional sekolah dengan melakukan proses penjangkauan calon siswa. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono, mengatakan proses tersebut akan berlangsung hingga akhir Juni 2026.
Menurutnya, penjangkauan dilakukan terhadap keluarga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem, khususnya yang berada pada kelompok Desil 1 dan Desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Saat ini kami bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) melakukan visitasi ke rumah-rumah calon penerima manfaat. Kami memastikan apakah anak-anak tersebut layak dan berminat mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat,” kata Subur.

Dinas Sosial mencatat terdapat sekitar 42 ribu kepala keluarga dalam data yang harus dilakukan penjangkauan. Namun tidak seluruh keluarga tersebut memiliki anak usia sekolah atau berminat mengikuti program Sekolah Rakyat.
Untuk tahun ajaran pertama, kuota yang disediakan masing-masing sebanyak 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Hingga saat ini, minat calon siswa jenjang SMP dan SMA bahkan telah melampaui kuota yang tersedia. Data sementara menunjukkan terdapat 137 calon siswa SMP yang dinyatakan layak dan berminat, sementara untuk SMA mencapai 167 calon siswa.
Sebaliknya, minat pada jenjang SD masih relatif rendah. Hingga saat ini jumlah calon siswa SD yang dinyatakan layak baru mencapai 41 anak.
“Untuk SD memang tantangannya berbeda. Banyak orang tua yang masih keberatan karena anak harus tinggal terpisah dari keluarga. Sementara untuk SMA, sebagian anak masih membantu orang tua bekerja sehingga menjadi pertimbangan tersendiri,” jelasnya.
Karena jumlah pendaftar pada beberapa jenjang melebihi kuota, Dinas Sosial akan menerapkan sistem pemeringkatan berdasarkan tingkat kerentanan dan kondisi sosial ekonomi keluarga.
Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi rumah, kelengkapan orang tua, jumlah tanggungan keluarga, hingga kondisi sosial lainnya.
“Yang diprioritaskan adalah mereka yang paling membutuhkan. Jadi bukan sekadar miskin, tetapi benar-benar yang memiliki tingkat kerentanan paling tinggi,” tegas Subur.
Ia menargetkan proses penjangkauan selesai pada minggu keempat Juni 2026. Setelah itu akan dilakukan penetapan siswa yang dinyatakan lolos sebagai peserta didik angkatan pertama Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri.
“Target akhir Juni sudah ada penetapan siswa. Saat tahun ajaran baru dimulai, mereka sudah bisa mengikuti kegiatan belajar seperti sekolah lainnya,” ungkapnya.
Subur memastikan seluruh siswa yang saat ini menempati lokasi sementara nantinya akan dipindahkan ke kompleks Sekolah Rakyat setelah pembangunan rampung dan siap digunakan.