JAKARTA, Tandaglobal.news Suahasil Nazara datang ke Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026), tanpa banyak bicara mengenai agenda yang membawanya ke sana. Sekitar pukul 14.50 WIB, Wakil Menteri Keuangan itu hanya menyebut dirinya mendapat panggilan melalui telepon.

“Ditelepon untuk datang ke Istana, udah itu dulu,” kata Suahasil sebelum masuk ke kompleks Istana Negara.

Saat itu, belum ada penjelasan bahwa Suahasil akan mendapat posisi baru.

Kehadiran sejumlah pejabat pemerintah di Istana juga belum serta-merta mengungkap siapa yang akan dilantik dalam agenda yang berlangsung sore itu.

Jawaban atas teka-teki tersebut muncul sekitar satu jam kemudian.

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Pergantian itu sekaligus mengubah posisi Suahasil dari wakil menjadi orang nomor satu di Kementerian Keuangan.

Suahasil Nazara. (Dok. Wikipedia)

Ia bukan sosok baru di lingkungan kementerian tersebut.

Pengalamannya sebagai Wakil Menteri Keuangan membuatnya telah lama terlibat dalam pengelolaan kebijakan fiskal dan keuangan negara.

Usai dilantik, Suahasil menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan akan diikuti proses transisi dengan Purbaya.

“Transisi pasti harus kami koordinasikan dengan baik dan setelah ini saya akan kembali ke Kementerian Keuangan dan kami akan melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan seperti biasa,” ujar Suahasil.

Purbaya sendiri sebelumnya dipercaya memimpin Kementerian Keuangan sejak September 2025.

Masa jabatannya berakhir setelah Prabowo menetapkan Suahasil sebagai penggantinya dalam reshuffle kabinet pada 14 September 2026.

Pergantian Menteri Keuangan menjadi perhatian karena posisi tersebut memegang peran sentral dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kebijakan perpajakan, pembiayaan negara, serta arah kebijakan fiskal pemerintah.

Bagi Suahasil, pelantikan ini bukan sekadar perpindahan jabatan.

Ia kini menghadapi tanggung jawab yang jauh lebih besar setelah bertahun-tahun berada di lingkungan Kementerian Keuangan.

Sementara bagi Purbaya, pergantian tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinannya di kementerian yang menjadi salah satu pusat kebijakan ekonomi pemerintahan.