Kediri, Tandaglobal.news — Perum Bulog Cabang Kediri memastikan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) selama Juli 2026 berjalan lancar tanpa kendala. Program tersebut difokuskan ke pasar-pasar tradisional yang menjadi titik pemantauan harga pemerintah guna menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan gejolak harga beras di masyarakat.

Kepala Perum Bulog Cabang Kediri, Harisun, mengatakan penyaluran beras SPHP tidak dilakukan berdasarkan wilayah prioritas tertentu.

Distribusi diarahkan ke pasar-pasar yang menjadi lokasi pencatatan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, pasar pencatatan Badan Pusat Statistik (BPS), serta pasar tradisional lainnya agar penyaluran tepat sasaran.

“Untuk penyaluran tidak ada daerah prioritas. Yang diutamakan adalah pasar-pasar yang menjadi lokasi pencatatan SP2KP Kemendag, pasar pencatatan BPS, serta pasar tradisional lainnya,” ujarnya.

Selama proses distribusi, Bulog memastikan tidak menemui hambatan berarti.

Penyaluran beras SPHP berlangsung aman dan lancar sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Selain memastikan distribusi berjalan baik, Bulog Kediri juga menjamin ketersediaan stok beras tetap mencukupi meski wilayah mulai memasuki musim kemarau.

Harisun menegaskan stok beras yang dikuasai Bulog berada dalam kondisi sangat aman.

“Stok kami sekitar 110 ribu ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 14 bulan ke depan,” katanya.

Data realisasi SPHP per 29 Juli 2026 menunjukkan penyaluran Bulog Cabang Kediri melampaui target.

Dari target distribusi sebanyak 6.531.963 kilogram, realisasinya mencapai 10.241.055 kilogram atau sekitar 156,78 persen.

Kinerja tersebut sejalan dengan capaian Bulog Kediri yang sebelumnya juga berhasil melampaui target penyerapan gabah dan beras petani tahun 2026. Hingga pertengahan Juli, realisasi penyerapan telah mencapai lebih dari 100 persen dari target tahunan sehingga memperkuat cadangan beras pemerintah di wilayah kerja Kediri dan Nganjuk.

Dengan stok yang melimpah dan distribusi yang terus berjalan, Bulog berharap program SPHP mampu menjaga stabilitas harga beras di pasaran sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Kediri tetap terpenuhi.