Sebelumnya, usaha tersebut juga sempat menghadapi persoalan berupa pungutan yang mengatasnamakan uang keamanan. Namun, persoalan tersebut telah ditangani oleh pihak pengelola pasar sehingga aktivitas usaha kini dapat berjalan kembali.

Di tengah kondisi penjualan yang belum kembali seperti sebelumnya, pihak kedai berharap ada kolaborasi antara pedagang dan pengelola Pasar Bandar untuk membuat berbagai kegiatan yang mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung.

Kegiatan seperti festival pasar, pertunjukan musik, maupun acara kreatif dinilai dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat, khususnya anak muda. Dengan meningkatnya kunjungan, para pedagang di dalam pasar juga berpeluang mendapatkan pelanggan baru.

Menurut Al Hanafi, keberadaan kegiatan yang rutin dan menarik dapat membantu menghidupkan kembali suasana pasar yang sekaligus berdampak pada pelaku usaha di dalamnya.

“Harapannya penjualan bisa ramai lagi seperti dulu. Kalau bisa ada kolaborasi dengan pengelola pasar untuk membuat festival atau acara yang menarik anak muda, mungkin bisa membantu meningkatkan kunjungan dan omzet pedagang,” pungkas Al Hanafi.

Meski menghadapi berbagai tantangan, kedai dimsum di lantai 2 Pasar Bandar tersebut tetap berusaha bertahan dengan mempertahankan variasi menu, harga yang terjangkau, serta layanan pembelian langsung maupun daring.

Ke depan, dukungan pengelola pasar dan kreativitas para pelaku usaha diharapkan dapat membuat Pasar Bandar kembali menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk berbelanja sekaligus menikmati berbagai kuliner.